
Panel talk “Future Foods: Nourishing Little Ones” di Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/10). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi teknologi yang paling cepat berkembang di dunia. Dari layanan perbankan, kesehatan, hingga hiburan, AI hadir untuk mempermudah aktivitas manusia dan membuka peluang efisiensi di berbagai lini industri.
Bahkan, AI kini turut merambah dunia industri makanan bayi. Para pelaku industri tersebut menganggap penting menggunakan AI untuk beberapa aktivitasnya.
"Kalau saya dari segi marketing, bahwa memang sekarang multi source information. Jadi AI ini menjadi salah satu source of information yang kami gunakan," kata Daniel Christianto, Kalbe Nutritionals pada panel talk 'Future Foods: Nourishing Little Ones' di Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/10).
Daniel pun menyadari AI hingga kini juga menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Bahkan, kebiasaan untuk mencari informasi melalui mesin pencari seperti Google, kini beralih ke AI seperti ChatGPT, Gemini AI, dan lain sebagainya.
Dia pun mengaku telah meminta tim marketing untuk memperhatikan perkembangan teknologi seperti ini. Bahkan, mengusahakan agar kandungan nutrisi pada produk makanan bayi perusahaan bisa ramah dengan AI saat sang ibu menanyakan pertanyaan seputar makanan bayi.
"Pada saat seorang ibu bertanya, nutrisi apa yang tepat, kalau melihatnya brand, itu harus bisa keluar adalah kandungan-kandungan nutrisi yang ada produk-nya (kita)," jelasnya.
Sementara itu, Charlotte Kowara, CEO Accelerice Indonesia, turut menanggapi fenomena ini. Menurutnya, saat ini memang era informasi serba cepat. Segala hal yang dilakukan pun tergantung dari internet.
Meski begitu, hal ini kembali lagi menjadi tanggung jawab produsen makanan bayi untuk menginformasikan nutrisi makanan bayi kepada konsumen. "Jadi menurut saya disitulah AI berperan, sebagai sumber informasi yang sangat banyak, tetapi di sisi produksi, saya pikir AI juga banyak terlibat, tetapi di Indonesia, saya pikir kita masih harus melihat terobosan yang lebih banyak lagi dalam hal itu," tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, diadakan pula Final Pitching Program Future Food: Nourishing Little Ones, sebuah inisiatif untuk mendorong lahirnya inovasi di industri makanan bayi dan anak melalui kolaborasi antara foodpreneur dengan para pemangku kepentingan industri.
Tahun ini, program berfokus pada inovasi produk makanan bayi dan anak, dengan tujuan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa lewat pangan bergizi, aman, dan berkelanjutan. Secara garis besar, Future Food bertujuan untuk menjangkau, menghubungkan, dan menciptakan sebuah hub berkumpulnya para pemangku kepentingan inovasi pangan untuk mewujudkan proyek mereka dalam satu wadah kolaborasi.
Program ini diawali seleksi ketat, dilanjutkan mentoring bootcamp. Peserta mendapat pembekalan empat modul utama, mencakup formulasi, proses produksi dan distribusi, manajemen kualitas, serta peluang pasar makanan bayi dan anak di e-commerce.
Hasilnya, terpilih lima food brand terbaik untuk menampilkan ide dan strategi bisnis mereka, diantaranya adalah Foodganic, Lean Lab Indonesia, Gogofield, Bananania, dan Zumami.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
