Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 04.35 WIB

Tak hanya Layanan Perbankan hingga Kesehatan, AI kini juga Rambah Industri Makanan Bayi

Panel talk “Future Foods: Nourishing Little Ones” di Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/10). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Panel talk “Future Foods: Nourishing Little Ones” di Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/10). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi teknologi yang paling cepat berkembang di dunia. Dari layanan perbankan, kesehatan, hingga hiburan, AI hadir untuk mempermudah aktivitas manusia dan membuka peluang efisiensi di berbagai lini industri.

Bahkan, AI kini turut merambah dunia industri makanan bayi. Para pelaku industri tersebut menganggap penting menggunakan AI untuk beberapa aktivitasnya.

"Kalau saya dari segi marketing, bahwa memang sekarang multi source information. Jadi AI ini menjadi salah satu source of information yang kami gunakan," kata Daniel Christianto, Kalbe Nutritionals pada panel talk 'Future Foods: Nourishing Little Ones' di Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/10).

Daniel pun menyadari AI hingga kini juga menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Bahkan, kebiasaan untuk mencari informasi melalui mesin pencari seperti Google, kini beralih ke AI seperti ChatGPT, Gemini AI, dan lain sebagainya.

Dia pun mengaku telah meminta tim marketing untuk memperhatikan perkembangan teknologi seperti ini. Bahkan, mengusahakan agar kandungan nutrisi pada produk makanan bayi perusahaan bisa ramah dengan AI saat sang ibu menanyakan pertanyaan seputar makanan bayi.

"Pada saat seorang ibu bertanya, nutrisi apa yang tepat, kalau melihatnya brand, itu harus bisa keluar adalah kandungan-kandungan nutrisi yang ada produk-nya (kita)," jelasnya.

Sementara itu, Charlotte Kowara, CEO Accelerice Indonesia, turut menanggapi fenomena ini. Menurutnya, saat ini memang era informasi serba cepat. Segala hal yang dilakukan pun tergantung dari internet.

Meski begitu, hal ini kembali lagi menjadi tanggung jawab produsen makanan bayi untuk menginformasikan nutrisi makanan bayi kepada konsumen. "Jadi menurut saya disitulah AI berperan, sebagai sumber informasi yang sangat banyak, tetapi di sisi produksi, saya pikir AI juga banyak terlibat, tetapi di Indonesia, saya pikir kita masih harus melihat terobosan yang lebih banyak lagi dalam hal itu," tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, diadakan pula Final Pitching Program Future Food: Nourishing Little Ones, sebuah inisiatif untuk mendorong lahirnya inovasi di industri makanan bayi dan anak melalui kolaborasi antara foodpreneur dengan para pemangku kepentingan industri.

Tahun ini, program berfokus pada inovasi produk makanan bayi dan anak, dengan tujuan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa lewat pangan bergizi, aman, dan berkelanjutan. Secara garis besar, Future Food bertujuan untuk menjangkau, menghubungkan, dan menciptakan sebuah hub berkumpulnya para pemangku kepentingan inovasi pangan untuk mewujudkan proyek mereka dalam satu wadah kolaborasi. 

Program ini diawali seleksi ketat, dilanjutkan mentoring bootcamp. Peserta mendapat pembekalan empat modul utama, mencakup formulasi, proses produksi dan distribusi, manajemen kualitas, serta peluang pasar makanan bayi dan anak di e-commerce.

Hasilnya, terpilih lima food brand terbaik untuk menampilkan ide dan strategi bisnis mereka, diantaranya adalah Foodganic, Lean Lab Indonesia, Gogofield, Bananania, dan Zumami.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore