
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengungkap angka ekspor menunjukkan kinerja yang baik lantaran pada periode Januari-Juli 2025 mengalami pertumbuhan 8,03 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Menurutnya, raihan ini terjadi akibat kontribusi dari industri pengolahan termasuk produk susu.
Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi pabrik PT Frisian Flag Indonesia (FFI) di Cikarang pada Kamis (2/10) pagi untuk meninjau secara langsung fasilitas produksi yang modern sekaligus ramah lingkungan. "Saat ini, lebih dari 80 persen ekspor Indonesia berasal dari produk olahan, menunjukkan daya saing industri yang semakin kuat," kata Mendag Busan, sapaan Budi Santoso.
Selain itu, Budi juga secara resmi melepas ekspor produk FFI ke Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. Pada 2025, FFI sendiri menargetkan ekspor sebanyak 4.500 kontainer dengan nilai sekitar Rp 2 triliun per tahun.
Budi mengungkapkan, produk Indonesia haruslah memiliki kualitas yang baik agar mampu bersaing di pasar global. Dia pun turut mengapresiasi langkah FFI yang bermitra dengan berbagai UMKM. Sebab, kemitraan ini memungkinkan UMKM tetap tumbuh, berinovasi, dan meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional.
"Dengan terus mendorong ekspor dan memperluas akses pasar produk Indonesia, termasuk susu yang memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar global, saya berharap terus memperkuat kemitraan lokal dan berkontribusi nyata dalam pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, sehingga pertumbuhan industri juga dirasakan oleh peternak dan mitra lokal," jelasnya.
Dalam aspek lingkungan, FFI menargetkan nol emisi pada 2050. Sejak beroperasi, pabrik ini telah memanfaatkan energi terbarukan melalui boiler biomassa, panel surya, dan daur ulang air limbah. Hingga saat ini, pabrik FFI Cikarang telah menggunakan 55.000 palet berkelanjutan di gudang dan pusat distribusi, menetapkan standar global untuk produksi susu berkelanjutan.
Pabrik FFI sendiri diresmikan pada Juli 2024 dan berdiri di atas lahan seluas 25,4 hektar (setara 35 lapangan bola) dengan biaya pembangunan EUR 257 juta (Rp3,8 triliun). Kapasitas produksi tahunan mencapai 700 juta kilogram, dengan potensi hingga 1 miliar kilogram per tahun. Produk yang dihasilkan meliputi susu siap minum (Ready to Drink), kental manis, dan krimer, untuk pasar domestik maupun ekspor.
"Pabrik FFI Cikarang merupakan tonggak penting bagi FFI yang telah menjadi bagian dari keseharian keluarga Indonesia selama lebih dari 100 tahun. Hal ini memungkinkan kami dapat berkontribusi secara lebih signifikan dalam membantu mengatasi malnutrisi anak, menyediakan produk-produk susu bernutrisi dan berkualitas bagi generasi mendatang, dan memperkuat peran Indonesia sebagai eksportir susu di kawasan," kata Presiden Direktur PT FFI, Gustavo Hildenbrand.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
