
Para pengendara sepeda motor antre masuk kapal feri ketika hujan di dermaga 1 Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Novi Husdinariyanto/ANTARA)
JawaPos.com-Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) semakin menekan bisnis angkutan penyeberangan. Kurs rupiah yang kini berada di kisaran Rp16.680 per USD membuat biaya operasional kapal membengkak, sementara tarif penyeberangan masih mengacu pada perhitungan lama.
Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyebut kondisi ini membuat operator kapal semakin kesulitan menjaga keberlangsungan usaha. Ketua Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gapasdap, Rakhmatika Ardianto, menegaskan pelemahan rupiah langsung berdampak pada komponen biaya utama.
“Spare part kapal hampir seluruhnya bergantung pada kurs dolar. Biaya docking dan perawatan lain yang terkait dengan aspek keselamatan juga melonjak tajam. Sementara tarif penyeberangan belum pernah disesuaikan sejak 2019,” ujarnya, Rabu (24/9).
Menurut Rakhmatika, tarif yang berlaku saat ini sudah tertinggal 31,8 persen dari hitungan harga pokok produksi (HPP) terakhir. Kondisi itu membuat selisih antara biaya operasional dan pendapatan semakin besar.
“Operator kapal tetap dituntut memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan, tapi dengan tarif yang ada, itu sulit dilakukan. Tanpa penyesuaian, risiko keberlangsungan operasi dan aspek keselamatan akan terganggu,” tegasnya.
Gapasdap mengaku telah kembali mengirim surat resmi kepada Menteri Perhubungan RI pada 12 Agustus 2025 untuk meminta realisasi penyesuaian tarif. Namun, hingga kini belum ada respon.
Sambil menunggu keputusan, asosiasi berharap pemerintah memberi insentif berupa keringanan biaya lain. “Setidaknya ada pengurangan tarif kepelabuhanan, pajak, PNBP, atau bunga perbankan, supaya beban sementara bisa diringankan,” kata Rakhmatika.
Ia mengingatkan, tanpa langkah konkret, operator penyeberangan akan semakin sulit menjaga standar keselamatan kapal. “Keselamatan penumpang tidak bisa dijamin jika tarif terus tertinggal jauh dari biaya yang nyata di lapangan,” tuturnya. (*)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
