Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 18.31 WIB

70 Persen Transformasi Bisnis Gagal, ASEAN Butuh Strategi Lokal Hadapi Perubahan

ILUSTRASI. Tak sedikit transformasi digital berakhir gagal. (Global Digital Assurance) - Image

ILUSTRASI. Tak sedikit transformasi digital berakhir gagal. (Global Digital Assurance)

JawaPos.com - Perubahan organisasi kini terjadi lebih cepat dari sebelumnya. Namun, jika salah dikelola, transformasi justru menjadi beban mahal bagi perusahaan. 

Studi McKinsey mencatat hampir 70 persen upaya transformasi berakhir gagal. Sebabnya apa? Karena tujuan tidak jelas, minim dukungan karyawan, dan lemahnya struktur perubahan.

Kegagalan ini tidak hanya menghambat kinerja, tetapi juga membawa kerugian besar: produktivitas menurun, investasi terbuang, hingga tim kehilangan motivasi. Penelitian Bain & Company tahun 2024 bahkan menegaskan hanya 12 persen transformasi skala besar yang mencapai target awal. 

Faktor kunci keberhasilan menurut laporan itu adalah kepemimpinan yang fokus, pembagian beban kerja yang tepat, dan peran Chief Transformation Officer yang masih jarang ada di perusahaan.

Di kawasan seperti Indonesia dan Asia Tenggara, tantangan makin kompleks. Dinamika pasar, transformasi digital, serta perubahan tenaga kerja menuntut strategi perubahan yang kontekstual, bukan sekadar menyalin kerangka kerja global.

“Organisasi di ASEAN menghadapi tantangan serupa: bagaimana membuat orang mau menerima perubahan. Yang dibutuhkan adalah strategi praktis dan lokal agar hasilnya nyata,” kata R.A. Thiagaraja, advokat kepemimpinan perubahan di Asia Tenggara sekaligus Ketua ASEAN Change Management Conference (ACMC) melalui catatannya.

Konferensi sendiri ACMC ke-2 akan digelar di Kuala Lumpur pada 1–2 Oktober 2025 dengan tema 'Advancing Results, Change Done Right!'. Edisi kali ini menitikberatkan pada solusi praktis untuk menghadapi resistensi budaya, dinamika organisasi, hingga perbedaan industri di ASEAN.

“Perubahan di ASEAN tidak bisa disamaratakan. Keberhasilan datang dari pemahaman terhadap realitas lokal dan strategi yang efektif di lapangan,” tambah Thiagaraja, yang juga CEO K-Pintar Sdn Bhd, penyelenggara acara.

Tahun ini, ACMC juga menggandeng Institut Tadbiran Awam Negara (INTAN) sebagai mitra strategis, menegaskan pentingnya transformasi bukan hanya di sektor swasta, tetapi juga di lembaga publik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore