
Platform digital yang ramah pengguna umum bantu optimalkan usaha UMKM. (Istimewa)
JawaPos.com - Penganan lokal mulai mendunia. Sasagu, salah satu produsen aneka olahan sagu kekinian asal Papua kini tembus pasar internasional. Ketertarikan terhadap olahan pangan lokal khas Papua rupanya tak hanya datang dari konsumen dalam negeri. Saat ini, Sasagu sedang didekati dua pembeli potensial asal Jerman dan Jepang.
"Kami percaya, bisnis kami bisa naik kelas lebih cepat usai mendapatkan pembinaan dari Pertamina lewat program UMK Academy 2025. Dan buktinya, produksi dan omzet Sasagu bisa tumbuh berkali-kali lipat padahal kami baru beberapa bulan saja ikut Pertamina UMK Academy," kata Founder Sasagu, Herlinda Sinaga.
Selain Jerman dan Jepang, saat ini Sasagu juga tengah melakukan persiapan penetrasi pasar ke Australia. Ini lantaran Herlinda berhasil lolos menjadi satu-satunya pengusaha perempuan dari Indonesia Timur dalam ajang 25 Woman-led MSMes- aReady to Export oleh Australia Awards tahun 2024.
Herlinda mengaku, di Pertamina UMK Academy 2025, ia mendapatkan banyak ilmu yang bisa membuat bisnisnya semakin tumbuh dan berkembang. Mulai dari manajemen produksi, pengemasan, branding, hingga pemasaran.
Sasagu pun kini semakin dikenal, baik di pasar offline maupun online. Sasagu juga sudah bisa mejeng di salah satu supermarket terbesar di Jayapura, Papua.
"Cookies Sasagu telah menjadi makanan ringan best seller di supermarket terbesar di Jayapura. Tepung sagu kami juga berhasil menjadi market leader karena selain mengusung identitas budaya, produk kami juga bebas gluten," cetusnya.
Sebelum mendapatkan pembinaan dari Pertamina, bisnis Sasagu diakuinya belum berkembang seperti saat ini. Berbekal pendampingan dan coaching one by one yang dilakukan semua tantangan kini bisa teratasi. Selain tentang profit (keuntungan), Herlinda juga mendapatkan ilmu tentang people dan plane.
Oleh karena itu, ia mewajibkan dirinya menanam lima bibit sagu saat menebang satu pohon sagu. Tujuannya agar kelestarian alam bisa berlanjut. Ia juga berharap bisa semakin memberdayakan masyarakat Papua apabila bisnisnya terus bertumbuh.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas mengaku bersyukur banyak UMK telah merasakan manfaat positif dari program Pertamina UMK Academy. "Ini akan menjadi penyemangat bagi Pertamina untuk terus mendukung UMK naik kelas agar semakin membawa dampak positif bagi warga dan lingkungan sekitar," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/7).
Agar memudahkan para peserta dalam mengikuti pelatihan, Pertamina UMK Academy 2025 telah menghadirkan platform Learning Management System (LMS). Karena berbasis digital, para peserta bisa dengan mudah mengikuti seluruh pembelajaran. Semua materi, tugas, dan evaluasi dapat diakses dalam satu platform, kapan saja dan di mana saja.
Ispiani berharap setiap tahunnya jumlah UMK dari Papua Maluku yang bisa lolos Pertamina UMKM Academy bisa terus bertambah agar bisa semakin mendorong perekonomian Papua. "Saat ini, ada 21 UMK yang berhasil lolos dan siap bersaing di tingkat nasional yang terdiri dari sektor F&B dan fesyen, jumlahnya naik dari tahun lalu yang hanya 5 UMK. Ke depan, kami ingin jumlah semakin bertambah agar manfaatnya bisa semakin dirasakan banyak UMK," ungkap dia.
Program pengembangan UMK yang dilakukan Pertamina ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif. Lewat pengembangan ini diharapkan dapat mendorong dan mengembangkan UMK sehingga membawa dampak pada terciptanya lapangan pekerjaan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
