Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 19.44 WIB

Jarang Terjadi Perusahaan Sukses Diwariskan sampai Keturunan Ketiga, Perencana Keuangan Henra Sensei Ungkap Penyebabnya

Tujuh Weton Tahan Banting Ini Diprediksi Bakal Jadi Bos Besar dan Kaya Raya: Ramalan Primbon yang Mencuri Perhatian (FREEPIK) - Image

Tujuh Weton Tahan Banting Ini Diprediksi Bakal Jadi Bos Besar dan Kaya Raya: Ramalan Primbon yang Mencuri Perhatian (FREEPIK)

JawaPos.com - Bagi sejumlah orang, harta waris yang diturunkan ke anaknya bukan berupa uang. Tetapi sebuah perusahaan, baik berskala besar sampai kecil. Namun ternyata sangat jarang terjadi perusahaan terus sukses diwariskan sampai generasi ketiga.

Fenomena tersebut disampaikan pakar perencanaan keuangan Henra Sensei. Dia menegaskan belum ada bisnis besar yang terus sukses sampai ke generasi ketiga. Pemicunya banyak faktor.

"Saya menyebutkan 3M. Yaitu mengerti, mampu, dan mau," katanya di sela peluncuran Manulife Protection Optimum Elite (Prime) di Jakarta pada Kamis (3/7). Dia mengatakan, bagi founder atau pendiri sebuah perusahaan, pasti kelak pada saatnya akan mewariskan perusahaan yang dia bangun kepada anak-anaknya.

Namun, dalam praktiknya mewariskan perusahaan yang sudah dirintis kepada keturunan tidak mudah. "Ada kalanya si anak mau, tapi tidak mengerti dan tidak mampu," jelasnya.

Atau sebaliknya si anak mengerti dan mampu, tetapi tidak mau. Maka untuk mewariskan sebuah perusahaan, perlu edukasi atau semacam kaderisasi sejak dini.

Selain itu, Sensei mengatakan untuk urusan mewariskan sebuah perusahaan, tetap diperlukan warisan berupa uang atau aset likuid. Pasalnya bisa jadi perusahaan tersebut juga masih memiliki hutang di bank atau pihak lainnya.

Selain itu, keberadaan uang tunai juga diperlukan bagi menunjang ekspansi perusahaan menjadi lebih luas. "Karena diwariskan ke generasi yang lebih mudah. Biasanya memiliki semangat ekspansi yang lebih luas," katanya.

Potensi terburuk penerus atau ahli waris pendiri perusahaan memilih menutup usahanya. Karena semua ahli waris tidak ada yang mau melanjutkan usaha orangtuanya. Untuk penutupan usaha tersebut juga membutuhkan uang. Diantaranya untuk membayar pesangon para karyawannya.

Sensei menegaskan, inti dari mewariskan sesuatu adalah nilai-nilai atau semangat memupuk dan mempertahankan kekayaan. Supaya tetap bisa menjalani hidup dengan lebih baik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore