
Siswa SMA dan SMK ikut pembelajaran kewirausahaan praktis untuk melahirkan puluhan bisnis pelajar. (Istimewa)
JawaPos.com - Pembelajaran berbasis praktik makin relevan untuk menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan tantangan ekonomi masa depan. Model pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik mulai mendapat perhatian lebih besar di sekolah-sekolah Indonesia.
Dalam satu tahun terakhir, lebih dari 10.000 siswa SMA dan SMK di tujuh kota tercatat mengikuti program pendidikan kewirausahaan. Yakni menggabungkan praktik bisnis, literasi keuangan, dan kesiapan kerja secara langsung di lingkungan sekolah.
Program tersebut bahkan mendorong lahirnya 35 bisnis pelajar dengan total omzet kolektif mencapai Rp 339 juta. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan belajar berbasis pengalaman mulai dianggap lebih relevan dibanding metode pembelajaran yang hanya berfokus pada teori di kelas.
Program Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) sejak Juli 2025 menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran kewirausahaan praktis di sekolah. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar menyusun ide bisnis, tetapi juga menjalankan usaha sederhana, mengelola keuangan, hingga memahami dinamika dunia kerja secara langsung.
Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara mengatakan, pembelajaran praktis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kehidupan nyata.
“Melalui Entrepreneurship Program, kami ingin membantu siswa membangun kepercayaan diri, kemampuan membaca peluang, dan pengambilan keputusan finansial yang lebih baik. Capaian tahun pertama ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat memberikan dampak nyata dan mempersiapkan generasi muda dalam membangun masa depan,” ujar Edhi melalui keterangannya.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengenali peluang usaha, menyusun rencana bisnis, serta mengelola usaha mikro di sekolah. Mereka juga dilatih membangun kemampuan kerja sama tim, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah yang muncul selama proses menjalankan usaha.
Selain itu, aspek literasi keuangan menjadi bagian penting dalam program ini. Siswa diperkenalkan pada pengelolaan anggaran, kebiasaan menabung, pemahaman investasi, hingga pengenalan risiko keuangan. Program juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama sukarelawan profesional dari dunia industri untuk memberi gambaran nyata tentang lingkungan kerja.
Head of Enabling Social Equity Zurich Foundation Adriana Poglia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperluas akses pendidikan yang relevan bagi generasi muda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022