Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 03.50 WIB

Tidak Tutup Peluang Investasi di Indonesia, Tetra Pak Sebut Gaya Hidup Sehat Pengaruhi Kebutuhan Kemasan Karton UHT

Produk hasil daur ulang kemasan karton Tetra Pak dipamerkan saat perempian perluasan Pabrik produksi kemasan karton di Binh Duong, Vietnam, Kamis (3/7). (bayu Putra/JawaPos.com) - Image

Produk hasil daur ulang kemasan karton Tetra Pak dipamerkan saat perempian perluasan Pabrik produksi kemasan karton di Binh Duong, Vietnam, Kamis (3/7). (bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bukan tanpa alasan Tetra Pak, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minumanasal Swedia berinvestasi besar-besaran di Vietnam, hingga mencapai 217 juta Euro.

Investasi itu kini berwujud perluasan pabrik yang diklaim mampu me prduksi hingga 30 miliar kemasan karton per tahun di Binh Duong, Vietnam.

Hal itu tidak lepas dari tingginya permintaan produk makanan dan minuman kemasan di Vietnam, terutama yang dikemas dengan karton. Permintaan tertingginya adalah susu UHT.

Maka, dari kapasitas produksi sebelumnya yang mencapai 12 miliar kemasan per tahun, 55 persennya diserap oleh pasar domestik Vietnam.

Sementara, Indonesia yang jumlah penduduknya jauh lebih besar, permintaannya hanya sekitar 20 persen dari total kapasitas produksi.

"Di Vietnam, mereka sudah sadar untuk minum susu dari awal," terang Sales Director Tetra Pak Indonesia Hendra Wijaya usai peresmian perluasan pabrik Tetra Pak di Binh Duong, Vietnam, Kamis (3/7). Itu membuat generasi sekarang sudah tidak asing dengan susu.

Dampaknya, konsumsi susu per kapita di Vietnam cukup tinggi sehingga menciptakan kebutuhan produk susu, yang otomatis mengerek kebutuhan akan kemasan susu.

Dengan kemasan berlapis karton, polimer, dan aluminium yang diproduksi Tetra Pak, produk-produk itu bisa tahan lama meski tanpa pengawet. "Sekitar 9 sampai 12 bulan," lanjutnya. Karena proses pengemasannya menggunakan teknologi UHT.

Meski begitu, Hendra tidak menutup kemungkinan Tetra Pak akan berinvestasi di Indonesia. Sebab, beberapa tahun belakangan kebutuhan masyarakat terhadap dukungan gaya hidup sehat meningkat.

Di Indonesia, ada 3 kategori besar produk yang menggunakan kemasan karton. Yakni susu, santan, dan beverage seperti jus, teh, dan sejenisnya. Namun, yang terbesar tetap susu dan santan.

Saat ini, lanjut Hendra, pihaknya tengah berupaya menggandeng produsen beverage, seperti teh atau kopi. Mengikuti selera generasi muda yang semakin peduli dengan keberlanjutan dan lingkungan hidup.

“Kami tetap memonitor perkembangan market bisnis di Indonesia. Jadi tidak menutup kemungkinan (berinvestasi),” jelas Hendra.

Apalagi, kemasan karton punya sejumlah keunggulan dibandingkan jenis kemasan lain seperti plastik, kaleng ataupun pouch.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore