Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Juni 2025 | 18.29 WIB

IHSG Dibuka Zona Merah Usai AS Serang Iran, Simak Imbauan dan Rekomendasi Saham untuk Trading Pekan Ini

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia masih betah di zona merah pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (23/6). Usai Amerika Serikat (AS) serang Iran dan berhasil mengenai tiga pusat titik energi nuklir, pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berada di level 6.798, turun 1,57 persen atau 108,7 poin.

Mengutip data RTI Business, volume transaksi perdagangan awal pekan tercatat 5.133 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2.823 miliar. Adapun frekuensi transkasi tercatat 287.019 kali. 

Pada pembukaan perdagangan hari ini, sebanyak 79 saham tercatat menguat, 465 saham melemah, dan 114 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan. 

Sementara itu, nerbicara tentang potensi market pekan ini yang akan berlangsung selama 4 hari perdagangan 23-26 Juni 2025 karena ada libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah pada Jumat, 27 Juni 2025.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan mengimbau para trader untuk mencermati dua sentimen kunci terkait geopolitik dan energi.

"Geopolitik antara Israel-Iran masih krusial. Jika konflik mereda, minyak turun dan saham konsumen terangkat. Sebaliknya, jika eskalasi meningkat, pasar energi naik dan sektor pertahanan mendapat keuntungan," ujar David dalam analisisnya yang diterima JawaPos.com, Senin (23/6).

Terlebih, kata David, penurunan IHSG juga sudah terjadi sejak pekan lalu. Bahkan, investor asing tercatat telah melakukan penjualan (outflow) mencapai Rp 4,6 triliun di pasar reguler.

Lebih lanjut, David mengungkapkan bahwa pelemahan IHSG pekan lalu dipengaruhi sentimen global dan domestik. Dari global ada political will Amerika Serikat yang membuat investor global sedikit lega, setelah Presiden AS menunda aksi militer di Timur Tengah dalam dua minggu untuk memberi ruang diplomasi.

"Kendati demikian, volatilitas masih tinggi karena ketidakpastian geopolitik dan harga minyak yang fluktuatif di sekitar USD 75–78/barel," ujarnya.

Rekomendasi Saham dan Obligasi Pekan Ini

Guna merespons dinamika pasar dan katalis kunci di atas, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menawarkan rekomendasi sejumlah saham yang didukung fitur Booster Modal dengan tambahan dana menarik bagi trader. 

Selain itu, IPOT juga merekomendasikan pilihan obligasi yang tersedia di IPOT Bond, sebuah produk baru yang memungkinkan investor ritel untuk membeli obligasi dengan harga lebih murah dibandingkan platform lain. 

Melalui IPOT Bond, investor memiliki peluang untuk mendapatkan yield yang lebih tinggi sekaligus mendiversifikasi portofolio investasi mereka di tengah kondisi pasar yang dinamis.

1. Buy BRPT (Current Price: 1.500, Entry: 1.500, Target Price: 1.600 (6,67%), Stop Loss: 1.445 (-3,67%) dan Risk to Reward Ratio 1 : 1,8). Secara teknikal sampai dengan saat ini BRPT bergerak dalam fase uptrend. Fase retrace dan konsolidasi ini memberikan area entry yang cukup baik dengan risiko yang terukur. Di sisi lain, pemerintah Indonesia di tahun 2025 menargetkan untuk mulai transisi ke energi yang bersih maka BRPT akan menjadi salah satu favorit.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore