Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 15.56 WIB

Pasar Anjlok, Donald Trump Panik? Ini Alasan Sebenarnya Tarif Impor Dihentikan 90 Hari

Donald Trump. (Observer Research Foundation)

JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat manuver mengejutkan. Setelah sempat ngotot menaikkan tarif impor ke puluhan negara, ia tiba-tiba menghentikannya selama 90 hari.

Apa alasannya? Ternyata bukan semata strategi dagang, melainkan karena gejolak pasar yang bikin para investor gemetar.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Trump lewat akun Truth Social pada Rabu malam waktu AS atau Kamis (10/4) WIB. Ia menyebut telah “mengizinkan PAUSE 90 hari” dan menurunkan tarif jadi 10 persen untuk sebagian besar negara.

Pasar langsung merespons positif. Indeks S&P 500 melonjak hingga 9,5 persen, tertinggi sejak krisis 2008.

Namun yang menarik, keputusan ini bukan bagian dari rencana jangka panjang. “Saya lihat pasar obligasi... orang-orang terlihat mual. Sekarang sudah bagus lagi,” kata Trump saat ditanya alasan di balik keputusan mendadaknya, seperti dikutip dari ABC News, Kamis (10/4).

Dikutip juga dari New York Times, Kamis (10/4), Trump awalnya menolak anggapan bahwa pasar memengaruhinya. Tapi akhirnya mengakui bahwa investor yang “panik” dan “yippy” ikut mendorongnya untuk rem mendadak.

“A lot of times, it’s not a negotiation until it is,” ujarnya. Seolah mengakui bahwa tekanan pasar jadi titik balik dalam perang dagangnya.

Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya menyebut alasan penghentian tarif ini karena banyak negara yang ingin bernegosiasi. Namun tak lama setelah itu, Trump menyela, menyebut kondisi pasar sebagai salah satu penyebab utama.

“Trump merasa pasar mulai memberontak, dan ini bisa jadi awal dari resesi. Jadi dia mundur selangkah untuk mengatur ulang taktiknya,” kata analis ekonomi di Washington kepada Associated Press, Kamis (10/4).

Langkah ini menunjukkan bahwa meski Trump kerap tampil percaya diri, gejolak pasar tetap mampu membuatnya mengubah haluan.

Keputusan menghentikan tarif selama 90 hari mungkin hanya sementara. Tapi alasan di baliknya, yakni tekanan pasar dan kekhawatiran publik, menjadi sinyal bahwa bahkan Trump pun bisa "takluk" pada kekuatan pasar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore