Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 April 2025 | 15.55 WIB

Trump Sebut Defisit Perdagangan Amerika Jadi Ancaman Keamanan Nasional, Bukan Cuma Ekonomi

Presiden Donald Trump, yang kebijakan pemangkasan dana bantuan luar negerinya berdampak besar terhadap pendanaan iklim global. (X/@CirkaNews) - Image

Presiden Donald Trump, yang kebijakan pemangkasan dana bantuan luar negerinya berdampak besar terhadap pendanaan iklim global. (X/@CirkaNews)

JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump mengeluarkan pernyataan mengejutkan soal arah kebijakan perdagangan negaranya.

Dalam perintah eksekutif terbaru yang dirilis Gedung Putih, Rabu (2/4), Trump menyatakan bahwa defisit perdagangan barang AS yang besar dan terus-menerus merupakan ancaman nasional, bukan lagi sekadar masalah ekonomi.

"Ini bukan hanya soal angka perdagangan," tegas Trump. "Defisit dagang telah menyebabkan pelemahan industri manufaktur kita, merusak rantai pasok pertahanan, dan membuat militer kita bergantung pada musuh asing," imbuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan kebijakan tarif balasan (reciprocal tariff) baru, yang akan memberlakukan tarif impor tambahan sebesar 10 persen mulai Jumat (4/4) waktu Indonesia, dan akan dinaikkan lebih lanjut untuk negara-negara tertentu mulai Selasa (8/4).

Trump menyebut, kondisi defisit perdagangan AS yang mencapai USD 1,2 triliun atau sekitar Rp 19.680 triliun pada 2024 adalah hasil dari ketimpangan dalam hubungan dagang bilateral dan sistem global yang tidak adil.

Ia menuding banyak negara mitra dagang AS yang memberlakukan tarif dan hambatan non-tarif tinggi, serta kebijakan ekonomi domestik yang menekan konsumsi dalam negeri, sehingga menghambat ekspor AS.

“Bahkan negara-negara yang punya surplus perdagangan dengan AS cenderung memperlakukan produk kita secara diskriminatif,” ujarnya.

“Ini mengikis kapasitas produksi dalam negeri kita secara sistematis,” tegasnya.

Trump juga menyoroti bahwa lemahnya basis industri manufaktur telah berdampak luas, mulai dari ketergantungan terhadap bahan dan produk asing di sektor pertahanan hingga stok persenjataan AS yang disebutnya terlalu rendah untuk menjamin kesiapan militer.

“Tanpa kapasitas produksi yang cukup di sektor strategis seperti farmasi, semikonduktor, dan alat berat, kita tidak bisa mempertahankan posisi kita sebagai negara yang kuat,'' tambahnya.

Dalam dokumen setebal lebih dari 15.000 kata itu, Trump juga mengaitkan defisit perdagangan dengan masalah sosial di dalam negeri, seperti hilangnya jutaan lapangan kerja manufaktur dan menurunnya kesejahteraan masyarakat di kawasan industri AS.

Ia menyebut periode 1997 hingga 2024 sebagai masa kelam di mana AS kehilangan sekitar 5 juta pekerjaan manufaktur, memicu krisis sosial seperti meningkatnya kasus penyalahgunaan opioid.

Pernyataan darurat nasional ini memberi Presiden kewenangan lebih luas untuk mengatur arus perdagangan dan mengenakan tarif tanpa perlu persetujuan kongres.

Trump bahkan membuka kemungkinan menyesuaikan tarif lebih lanjut jika negara mitra menolak memberikan perlakuan dagang yang setara atau melakukan pembalasan atas kebijakan ini.

Kebijakan ini diprediksi akan memicu ketegangan baru di tengah situasi geopolitik global yang sedang tidak stabil.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore