
Pekerja melihat gawainya di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (15/7/2024).
JawaPos.com - Di dalam dunia investasi, seorang investor harus selalu memperdalam pemahamannya tentang berbagai istilah di pasar modal. Jika tidak, mereka akan kesulitan untuk melangkah dalam menanam modal, termasuk dalam mempelajari instrumen dan strategi investasi.
Berbicara soal istilah penting dalam pasar modal, underlying asset bisa juga disebut sebagai aset dasar, istilah ini cukup sering digunakan di dunia finansial, terutama dalam investasi dan trading. Walaupun begitu, belum banyak orang yang memahami tentang maksud underlying asset.
Nah, untuk mempelajari selengkapnya tentang underlying asset, termasuk pengertian dan contohnya simak panduannya di sini.
Pengertian Underlying Asset
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, underlying asset adalah sebutan untuk aset yang dijadikan dasar dari instrumen finansial tertentu. Sebagai contoh, saham bisa dijadikan sebagai aset dasar atau underlying asset dari opsi saham. Begitu pun obligasi yang menjadi aset dasar dari kontrak berjangka atau futures.
Di sejumlah kondisi, underlying asset merupakan aset yang bisa diperdagangkan kepada pasar, misalnya obligasi, saham, indeks saham, maupun komoditas. Tapi, ada pula aset dasar yang tak bisa diperdagangkan pada pasar, contohnya mata uang atau suku bunga.
Underlying asset juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi item dalam perjanjian yang memberikan nilai kontrak. Underlying asset mendukung keamanan yang terlibat dalam perjanjian, di mana para pihak yang terlibat setuju untuk bertukar sebagai bagian dari kontrak derivatif.
Contoh Underlying asset Dalam Dunia Investasi
Menjadi dasar penerbitan dari instrumen investasi khusus, underlying asset merupakan penjamin jika instrumen yang diterbitkan mempunyai nilai sama atau setara dengan aset yang tersedia, baik yang berwujud atau tak berwujud. Untuk memahaminya lebih lanjut, berikut adalah contoh dari underlying asset di dunia investasi.
Pada produk instrumen derivatif semisal opsi saham atau stock option, saham dijadikan sebagai aset dasarnya. Pada opsi saham tersebut, ada kontrak perjanjian yang dilakukan 2 pihak untuk menjual atau membeli aset di harga dan tanggal tertentu. Tujuannya untuk melindungi harga atau nilai komoditas di waktu mendatang sehingga memiliki nilai jual yang tak terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Pada stock option, hak pemegang saham adalah membeli atau menjual sekuritas maupun aset di harga tertentu sesuai ketentuan pada kontrak. Selain itu, hal ini juga bisa ditemui pada reksa dana di mana modal investor dipercayakan ke Manajer Investasi untuk dikelola di aset dasar tertentu, termasuk saham.
Aset dasar juga umum ditemui pada sukuk atau obligasi syariah. Pada hukum syariah agama Islam, aktivitas investasi wajib didasarkan sektor riil maupun terdapat hak serta aset nyata sebagai dasar penerbitan surat utang.
Apabila investasi obligasi biasa didasarkan dengan penerbitan utang, sukuk mempunyai sifat sertifikat bukti pembelian atau kepemilikan aset. Karenanya, underlying asset menjadi bukti kepemilikan dari investor di instrumen investasi ini.
Pada sukuk, aset yang dijadikan underlying asset tidak boleh menyalahi aturan syariah. Hal ini sesuai dengan ketentuan pada Peraturan OJK No.18/POJK.04/Thn.2015 mengenai Penerbitan & Persyaratan Sukuk. Contoh aset dasar pada sukuk ialah aset berwujud, misalnya tanah, nilai manfaat properti bangunan, sampai aset tak berwujud seperti manfaat jasa pergi haji dan sebagainya.
Selain itu, underlying asset juga bisa ditemui pada crypto seperti yang diberlakukan pada aset NFT yang didasarkan hak karya seni. NFT merupakan aset sertifikat digital dan mewakili objek asli di dunia nyata, misalnya musik, lukisan, sampai barang di dalam permainan digital.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
