
Apik Primadya dalam peluncuran buku berjudul Fundamental Bisnis Laundry, Sabtu (2/12).
JawaPos.com - Bagaimana pasar persaingan bisnis laundry di Indonesia? Menurut survei riset dari Statista, perkiraan pertumbuhan tahunan bisnis ini di Indonesia mencapai 3,47 persen per tahun.
Bahkan, diperkirakan 10 tahun ke depan, omzet tahunannya akan mencapai Rp 143 triliun! Artinya, bisnis laundry ini akan tetap bertumbuh.
Apalagi, menurut survei Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), saat ini 7 dari 10 orang di Jakarta sudah terbiasa menggunakan jasa laundry. Jadi, secara potensi ,usaha ini peluangnya besar.
Pertanyaannya, mengapa ada saja usaha laundry yang bangkrut, meski banyak pula laundry baru yang buka?
Pertanyaan dan kendala seperti inilah yang sering dialami dan jadi bahan diskusi di berbagai forum pengusaha laundry. Inilah salah satu yang mendasari Apik Primadya, selepas menjabat sebagai Ketua Umum ASLI dua periode dari 2015-2019 dan 2019-2023, menulis pengalaman 15 tahun membangun bisnis laundry dan menuangkannya dalam buku berjudul Fundamental Bisnis Laundry.
"Ini adalah saripati pengalaman saya membantu lebih dari 300 pengusaha laundry di hampir seluruh wilayah Indonesia selama kurun waktu 3 tahun belakangan. Semoga, dengan pengalaman yang dituangkan dalam buku ini, akan muncul ribuan pengusaha laundry baru yang sukses. Ujungnya, saya berharap ini semua juga bisa membantu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan," harap Apik Primadya dalam peluncuran resmi buku tersebut di Hotel Trembesi, Tangerang Selatan.
Buku ini sendiri memuat "7 Formula Sukses Berbisnis Laundry ala Apik Primadya", yang meliputi:
Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Tangerang Selatan, Bapak Pilar Saga. "Apa yang disampaikan Pak Apik dalam bukunya ini benar-benar bisa menjadi pencerahan untuk kemajuan dunia laundry di Indonesia. Semoga, ini akan menjadi jalan membuka kesempatan berkembang dan menjadikan bisnis ini terus bisa meningkatkan kesejahteraan semua pihak yang terlibat, dari pemilik usaha, karyawan, hingga pelanggannya," katanya.
Turut berbagi pengalaman, salah satu mitra Apique Management dari Kota Laundry Tangerang yang sudah merasakan dibantu langsung oleh Apik Primadya dan tim. "Terima kasih, atas dukungan dan pendampingan Pak Apik beserta tim. Terbukti kami bisa survive dan terus berkembang. Dengan semua tips dan trik Pak Apik yang banyak dibahas di buku ini, semoga akan makin memajukan industri laundry di Indonesia," aku Alvaro dan Ririn, dalam kesaksiannya.
Acara setengah hari ini tidak hanya diisi seremoni peluncuran buku saja. Tapi, juga menjadi ajang belajar dan networking sesama pengusaha laundry. Peserta acara banyak mendapat tips dan trik dari pembicara yang tampil. Mulai dari pengelolaan bisnis laundry hingga pengelolaan pajak dan keuangan di usaha laundry.
Ingin belajar dan membangun bisnis laundry lebih maksimal? Buku Fundamental Bisnis Laundry ini bisa menjadi salah satu solusinya. Selain itu, tiap bulan, Apik Primadya juga mengadakan workshop 3 hari Fundamental Bisnis Laundry secara lebih detail, mendalam, dan diikuti praktik langsung.
Khusus bagi pemilik buku ini, akan mendapat harga khusus untuk mengikuti pelatihan intensif yang diadakan tiap bulan di Apique Management. Untuk mendaftar atau mendapatkan buku ini, bisa menghubungi website fbl.co.id

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
