Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2023 | 03.43 WIB

Laba Bersih Kuartal-I 2023 Susut, Astra Agro Lestari Beberkan Penyebabnya

Ilustrasi petani tengah memanen Tandan Buah Segar (TBS) yang akan diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO), bahan baku BBN - Image

Ilustrasi petani tengah memanen Tandan Buah Segar (TBS) yang akan diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO), bahan baku BBN

 
JawaPos.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat penurunan laba bersih sebesar 27,7 persen pada kuartal-I 2023 (Q1) menjadi Rp 4,76 triliun dari sebelumnya Rp 6,58 triliun dibandingkan dengan kuartal 1 tahun lalu. Direktur AALI Mario C.S Gultom mengatakan, penurunan ini disebabkan oleh harga Crude Palm Oil (CPO) yang terjun jauh dibandingkan dengan harga pada tahun lalu.
 
"Industri ini suffer di tahun ini karena sebenarnya suffer-nya itu terutama disebabkan karena tahun lalu itu harganya ketinggian," kata Mario dalam Workshop Wartawan Pasar Modal 2023 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (5/7).
 
"Jadi, penyebab utamanya di tahun lalu itu pada Q1 harga rata-rata CPO per kg itu adalah Rp 15 ribu per kg. Namun di Q1 tahun ini hanya Rp 12 per kg sehingga ngedrop semua revenue kita juga lost margin juga terhadap net jumlah kita," imbuhnya.
 
Meski begitu, Mario memaparkan bahwa pada Q1 tahun ini AALI masih mencatat kenaikan produksi Tandan Buah Segar (FFB) sebesar 12,8 persen atau 699 t ton. Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan total produksi pada Q1 tahun 2022 sebanyak 620 t ton.
 
Di sisi lain, produksi plasma tercatat menurun 17,6 persen dari 914 t ton pada Q1 tahun 2022 menjadi 753 t ton per Q1 tahun 2023. Menurut Mario, produksi plasma tercatat turun karena disebabkan adanya persaingan di lingkungan perkebunan itu sendiri.
 
"Saat ini banyak kebun-kebun berdiri di tengah-tengah plasma kita karena sudah lunas jadi mereka tidak punya kebun, tapi mereka mendirikan pabrik sehingga persaingannya semakin ketat," jelasnya.
 
Selanjutnya, CPO Produksi AALI juga tercatat turun sebesar 6,2 persen disebabkan oleh produksi tandan yang lebih besar daripada plasma yang justru cenderung turun. Akibatnya, CPO produksi AALI per Q1 tahun 2023 hanya mencapai 268 ribu ton dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu sebesar 286 ribu ton.
 
Sementara itu, Mario melaporkan hingga Maret 2023 Capital Expenditures (Capex) AALI tercatat sebesar Rp 186 miliar. Dana tersebut digunakan untuk replanting atau peremajaan tanawan sawit dan pemeliharaan tanaman yang belum menghasilkan.
 
"Tahun pertama sampai tahun keempat itu kita anggap sebagai tanaman menghasilkan, setelah tahun keempat itu menjadi aset tanaman menghasilkan," tandasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore