
Pengunjung membeli minyak goreng kemasan di Pusat Perbelanjaan, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Imbas Pemerintah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng berdampak pada daya beli masyarakat menurun karena melambungnya harga dipasaran diba
JawaPos.com – Sektor perindustrian ritel kembali mendapat sorotan pasca pengumuman penutupan beberapa gerai ritel modern di sejumlah tempat. Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan langkah adaptasi yang harus dilakukan seiring dengan pesatnya perkembangan pasar.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan, terjadi pergeseran pola konsumsi dari offline ke online yang diakselerasi selama pandemi. Masyarakat dapat dengan mudah membandingkan harga barang melalui gawai.
"Biasanya lokapasar menawarkan harga barang yang lebih murah dari ritel offline," ujarnya di Jakarta kemarin (12/2).
Selain itu, pola konsumsi masyarakat cenderung lebih menyukai berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko berformat kecil. Sebut saja swalayan atau minimarket yang dekat dengan permukiman.
"Lebih praktis dalam mencari barang tanpa harus mengelilingi area belanja yang luas," tuturnya.
Kasan menambahkan, berdasar data Nielsen, pertumbuhan konsumsi fast moving consumer goods (FMCG) di gerai berukuran besar sudah menunjukkan pergerakan minus sejak sebelum pandemi. Sebaliknya, konsumsi FCMG di gerai berukuran kecil selalu menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi.
Pemerintah sendiri optimistis kinerja ritel modern masih memiliki peluang untuk terus tumbuh pada tahun ini. Hal itu dipengaruhi oleh sentimen berakhirnya pandemi, kestabilan ekonomi nasional, dan dimulainya tahun politik yang diyakini dapat meningkatkan belanja produk di ritel.
"Namun, pelaku usaha diharapkan dapat terus beradaptasi dengan pola konsumsi masyarakat, misalnya memindahkan gerai ke lokasi yang lebih menguntungkan dan juga menyediakan layanan lokapasar," papar Kasan.
Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey menilai, ritel tidak bisa berubah sewaktu-waktu dan cepat. Sebab, membutuhkan waktu untuk penyesuaian bisnis dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.
Sehingga, jika ada salah satu gerai yang dinilai tidak optimal, langkah yang dilakukan pengusaha adalah menutup gerai untuk kemudian me-rebuild atau merelokasi gerai sesuai strategi baru yang dirasa lebih tepat.
Sebagai informasi, perusahaan ritel PT Trans Ritel Indonesia atau Transmart baru-baru ini menutup permanen enam gerai yang sebagian besar berlokasi di Jakarta. Saat ini, Transmart memiliki total 95 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 2022, mereka telah menutup 12 gerai.
Roy juga menilai strategi yang dilakukan Transmart bukan salah, hanya saja belum disesuaikan dengan perilaku konsumen pascapandemi Covid-19. "Jadi, Transmart itu kalaupun ada yang kurang atau tutup dan lain sebagainya, itu bukan bangkrut. Tapi, mereka sedang menata atau merelokasi," ungkapnya.
Roy menambahkan, berdasar informasi yang diterima Aprindo, perusahaan ritel dalam naungan CT Group itu ingin mendesain ulang model bisnis hingga ketersediaan barang atau dalam istilah ritel disebut dengan mix tenant.
"Jadi, yang terjadi di Transmart itu bukan bangkrut, kolaps, ini pernyataan Aprindo. Tapi, mereka sedang melakukan reengineering business plan, reload lagi business map-nya. Kemudian juga merelokasi tempat-tempat dan mengatur strategi baru dengan pendekatan penjualan dengan cara-cara baru," pungkasnya.
---
TREN PERTUMBUHAN INDUSTRI RITEL
Tahun | Pertumbuhan
2019 | 8%
2020 | 3,5%
2021 | 3%
2022 | 3,5%
2023 | 4%*
Ket *: Angka proyeksi
Sumber: Aprindo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
