Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juni 2022 | 04.11 WIB

Indofarma Siap Implementasikan Proyek Pengembangan Alkes dan Herbal

Ilustrasi pabrik obat P Indofarma Tbk di Cikarang, Jawa Barat. - Image

Ilustrasi pabrik obat P Indofarma Tbk di Cikarang, Jawa Barat.

JawaPos.com - Emiten farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) siap mengimplementasikan proyek pengembangan alat kesehatan dan herbal pada 2022 guna meningkatkan kinerjanya.

"Pada tahun ini, perseroan akan melakukan proyek implementasi dari lima proyek pengembangan alat kesehatan dan herbal dengan total investasi yang bersumberkan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp199,86 miliar," kata Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Arief menyampaikan, kelima proyek yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan dan kemandirian industri kesehatan Indonesia.

"Target serapan dana PMN untuk pembangunan beberapa fasilitas produksi di atas ditargetkan selesai keseluruhannya di triwulan II-2023, dan diharapkan pada triwulan III-2023 telah dapat beroperasional dan memberikan kontribusi untuk kinerja perseroan yang lebih baik," ujar Arief.

Secara konsolidasi, sepanjang 2021 perseroan berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 2,9 triliun, meningkat sebesar Rp 1,19 triliun atau 69,15 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp 1,72 triliun.

Peningkatan penjualan bersih tersebut terutama masih didominasi dari penjualan produk covid-related baik untuk segmen alat kesehatan, obat-obatan dan pengadaan serta distribusi penugasan vaksin Covid-19, Covovax.

Neraca keuangan konsolidasian perseroan pada 2021 mencatatkan pertumbuhan jumlah aset baik aset lancar dan tidak lancar sebesar 17,42 persen dibandingkan 2020, dengan nilai sebesar Rp 2,01 triliun dibandingkan Rp 1,71 triliun pada 2020.

Jumlah ekuitas juga mencatatkan sebesar Rp 508,31 miliar, mengalami kenaikan sebesar 18,12 persen dibandingkan 2020 dengan nilai sebesar Rp 430,33 miliar.

Dari sisi pengendalian biaya, walaupun beban pokok penjualan perseroan mengalami kenaikan 86,34 persen sejalan dengan peningkatan penjualan dibandingkan 2020, laba bruto 2021 meningkat sebesar 12,74 persen dari Rp400,6 miliar pada 2020 menjadi Rp 451,65 miliar.

Dengan adanya penerapan kebijakan akuntansi PSAK 71 pada 2020, Indo Farma membukukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan beban pajak kini yang berdampak terhadap tergerusnya laba bersih perseroan sehingga perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 37,57 miliar. Hal tersebut dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan bagian dari tindakan prudent perseroan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore