Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Agustus 2021 | 18.29 WIB

Kenaikan Harga Nikel Dongkrak Pendapatan dan Laba PAM Mineral

Ilustrasi pabrik smelter nikel di di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (Kendari Pos/JPG) - Image

Ilustrasi pabrik smelter nikel di di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (Kendari Pos/JPG)

JawaPos.com – PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang positif sepanjang semester pertama 2021. Penjualan bijih nikel perseroan mengalami peningkatan yang signifikan dengan seiring dengan oleh peningkatan harga komoditas.

Corporate Secretary NICL Suhartono mengungkapkan, berdasarkan laporan keuangan in house per Juni 2021, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 148 miliar. Meskipun lebih rendah dari pendapatan sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 188 miliar, namun pendapatan perseroan telah mencapai 79 persen dari periode yang sama tahun 2020.

"Kami sangat optimistis penjualan tahun 2021 ini akan jauh di atas penjualan yang telah dicapai Perseroan tahun lalu," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (26/8).

Selanjutnya, dari sisi laba, perseroan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 26,3 miliar atau naik signifikan dibandingkan semester I 2020 yang mencatatkan kerugian sebesar Rp 1,8 miliar. Kenaikan ini ditunjang oleh kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga nikel.

Sedangkan sisi ekuitas, perseroan mengalami kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya sebesar Rp 106,7 miliar naik menjadi Rp 133,1 miliar atau naik sebesar 25 persen (ytd). "Hal ini disebabkan adanya lonjakan laba yang signifikan di semester I 2021," imbuhnya.

Adapun total aset perseroan sebesar Rp 177 miliar per Juni 2021. Angka tersebut relatif lebih rendah dari total aset pada Desember 2020 yaitu sebesar Rp 189,7 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7 persen (ytd). Namun di sisi lain penurunan aset tersebut dibarengi dengan penurunan hutang Perseroan dari Rp 82,9 miliar pada Desember 2020 menjadi sebesar Rp 43,9 miliar per Juni 2021 atau turun sebesar 47 persen (ytd).

"Dari sisi neraca, struktur permodalan Perseroan sangat solid dan didukung oleh pertumbuhan laba yang tinggi, Perseroan yakin dapat terus bertumbuh di masa yang akan datang," katanya.

Suhartono optimistis, prospek industri nikel dalam beberapa tahun ke depan masih sangat menarik. Pasalnya, kebutuhan bijih nikel dunia akan terus mengalami peningkatan seiring dengan tumbuhnya industri baterai untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik di seluruh dunia.

Apalagi, ia menambahkan, Indonesia sebagai salah satu produsen bijih nikel tentunya sangat diuntungkan dalam bisnis ini. "Oleh karena itu, Manajemen NICL juga sangat optimistis untuk mencapai target pertumbuhan penjualan di 2021," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore