
Ilustrasi aktivitas pertambangan nikel di kawasan Pulau Obi, Halmahera Selatan, Rabu (21/1/2026). (ANTARA/Abdul Fatah)
JawaPos.com — Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap nikel sebagai bahan baku kendaraan listrik dan transisi energi, industri hilirisasi Indonesia menghadapi tantangan baru, yakni membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang semakin ketat.
Isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam North Maluku Sustainability Trip yang mempertemukan pelaku industri, investor, akademisi, organisasi internasional, dan pembuat kebijakan untuk melihat langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di Maluku Utara.
Berdasarkan data terbaru, Indonesia masih menjadi pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Namun, di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap rantai pasok mineral kritis yang bertanggung jawab, keberhasilan industri tidak lagi hanya diukur dari kapasitas produksi, tetapi juga dari praktik keberlanjutannya.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam keterangan tertulisnya mengatakan hilirisasi telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tahun lalu ekonomi Maluku Utara tumbuh sekitar 34 persen secara tahunan, sementara pada kuartal pertama 2026 mencapai 19,64 persen, tertinggi di Indonesia. Sebagian besar dari industri hilirisasi khususnya di nikel. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa hilirisasi telah menciptakan nilai tambah yang nyata bagi daerah,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa pertumbuhan industri harus dibarengi penguatan pengawasan lingkungan, transparansi, dan keterlibatan masyarakat.
“Lima puluh tahun dari sekarang, Maluku Utara tidak boleh hanya dikenal karena nikel yang diambil dari tanahnya, tetapi karena nilai yang berhasil kita tinggalkan bagi masyarakatnya,” kata Sherly.
Dalam forum tersebut, sejumlah organisasi internasional seperti Nickel Institute, International Council on Mining and Metals, Initiative for Responsible Mining Assurance, dan Global Battery Alliance turut membahas isu transparansi rantai pasok, perlindungan biodiversitas, pengembangan masyarakat, hingga praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Perwakilan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia sekaligus Direktur BYD Haka Auto, Ahmad Fikri Susanto, menilai ekspektasi investor dan pembeli global kini berubah.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
