
Ilustrasi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
JawaPos.com - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja positif di tengah gempuran pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Direktur Keuangan TPIA Andre Khor mengatakan, perusahaan akhirnya membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai USD 164,38 juta pada semester pertama 2021 setelah mendera kerugian bersih USD 40,12 juta.
Ia memaparkan, perolehan laba bersih tersebut didorong dari pendapatan perusahaan yang naik sebesar 50 persen menjadi USD 1,26 miliar. Padahal terjadi kenaikan harga minyak mentah. Pada perdagangan Senin (2/8/2021) pukul 15.42 WIB, harga minyak WTI berada di level USD 73,21 per barel.
Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia menandakan bahwa pasar telah beradaptasi meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Kenaikan harga minyak mentah diimbangi dengan kenaikan permintaan produk petrokimia.
Potensi kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor, seperti pulihnya perekonomian, bukan hanya negara Tiongkok tetapi juga di regional sekitar Indonesia. "Konsumsi domestik yang masih resilient juga mendorong bertumbuhnya volume penjualan," ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Urusan Korporat TPIA Suryandi memandang, prospek kinerja perseroan hingga akhir tahun ini masih akan positif. Hal itu disebabkan upaya melepas ketergantungan impor Indonesia terhadap produk petrokimia hingga tumbuhnya permintaan dari dalam negeri.
Selain itu, lanjutnya, ditambah dengan kondisi shortage container menjadikan perusahaan berada di posisi yang strategis untuk meraup potensi peningkatan kinerja. "Kuartal berikutnya masih akan positif di kuartal berikutnya berlanjut," imbuhnya.
Suryandi melanjutkan, apalagi saat ini perusahaan masih menunggu pernyaataan validasi dari otoritas terkait aksi korporasi menggandeng Thai Oil Public Company Limited (Thaioil) sebagai investor strategis. Kehadiran Perusahaan kilang refinery milik PTT Public Company Limited tersebut sebagai pemodal baru perseroan lewat pembelian saham pada aksi rights issue yang diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rencana rights issue tersebut akan mengikuti persetujuan dari OJK selambat-lambatnya pada 30 September 2021. "Kami masih menunggu, harapannya di Agustus bisa didapatkan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
