
Photo
JawaPos.com - Krisis akibat pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk berkreasi. Termasuk pelaku usaha di sektor waralaba atau franchise. Sampai saat ini, pertumbuhan usaha franchise di Indonesia dianggap sudah cukup baik dan berkembang.
Bisnis waralaba dari segi konsep usaha dinilai lebih minim risiko kerugian. Namun, Sekjen Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Susanty Widjaya mengatakan bahwa selama pandemi ini, sejumlah bisnis franchise juga terpukul. Terutama waralaba resto, hotel, theme park, travel, dan pendidikan.
Meski demikian, ada juga yang tak terdampak, bahkan menemukan momentumnya. Misalnya, franchise kesehatan, APD, apotek, serta makanan-minuman kesehatan yang dianggap mampu meningkatkan imunitas.
"Kondisinya seperti itu. Ada yang terdampak, ada yang menemukan momentum," ujar Susanty Jumat (18/9).
Menurut Susanty, pelaku jaringan franchise harus benar-benar memikirkan strategi yang tepat dalam hal pengelolaan operasional dan branding. Dalam urusan pengelolaan operasional, selain tetap harus menjaga cash flow, mereka mesti mengatur ritme bisnisnya.
"Untuk bisa survive, revive, dan tetap tumbuh (grow), produk atau layanan tetap mesti bisa diserap pasar agar bisnis tak ambruk. Artinya, bisnis tetap harus jalan," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto juga menegaskan bahwa krisis akibat pandemi Covid-19 harus bisa jadi momentum pertumbuhan bagi pelaku usaha waralaba. Dia menyebutkan, saat ini ada 81.441 gerai dari pelaku usaha di Indonesia yang menjalankan usahanya dengan menerapkan sistem waralaba maupun potensial waralaba.
Sebanyak 2/3 dari jumlah tersebut masuk kategori usaha mikro kecil. Jumlah itu, menurut dia, sangat menggembirakan untuk mendorong pulihnya kegiatan usaha di sektor riil.
Menurut Agus, krisis justru jadi peluang waralaba untuk mengejar ketertinggalan dengan melakukan transformasi digital dan memilih strategi yang jitu. "Kami mengajak para pelaku usaha waralaba dan potensial diwaralabakan untuk melakukan transformasi usahanya dengan memanfaatkan internet dan teknologi informasi," urainya.
Agar waralaba bisa meningkatkan pendapatan pada masa pandemi, Agus menyarankan pelaku usaha waralaba menjalin kerja sama dengan para pelaku usaha platform digital. Selain mendongkrak pendapatan, kerja sama itu mampu meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan.
https://www.youtube.com/watch?v=n2OqnZ3cSP0

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
