
Pekerja saat menyiapkan bahan baku keripik seingkong di sentra Kripik Keripik Singkong Maharani, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah turut menyiapkan anggaran dari APBD untuk memberikan bantu
JawaPos.com – Wabah Covid-19 ikut menyerang sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Padahal sektor ini biasanya menjadi penolong perekonomian sedang dalam fase krisis.
Digitalisasi pun dipandang dapat menjadi solusi bagi para UMKM untuk bertahan saat pandemi. Namun, UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital masih sangat minim.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dari total 64,19 juta pelaku UMKM di Tanah Air, baru 13 persen yang terhubung dengan pasar daring atau marketplace. Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Eddy Satriya mengatakan, penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan tentang manfaat teknologi.
"Pemahaman teknologi di UMKM kita masih rendah. Padahal mencakup proses pemasaran, ini kendala yang kita hadapi," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/7).
Kendala lainnya adalah akses internet yang terbatas. Padahal, akses internet jadi syarat kunci UMKM bisa go digital. Namun, kenyataannya, sebagian besar pelaku usaha UMKM tersebar di daerah yang masih terbatas jaringan internetnya.
Keamanan transaksi juga menjadi kendala UMKM dalam ekosistem digital. Eddy menyebut, masih banyak konsumen di Indonesia yang mengaku cemas dalam keamanan bertransaksi secara online.
Terakhir, soal keterbatasan modal dan infrastruktur teknologi yang memadai. UMKM butuh perangkat ponsel pintar maupun gawai lain yang mendukung pemasaran produk secara daring.
Atas dasar itu, Kemenkop UKM terus meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta perguruan tinggi dan perusahaan startup. Tujuannya untuk memenuhi akaes infrastruktur digital, akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan, inkubasi, dan sistem informasi digital UMKM.
"Pada akhirnya terbentuk komunitas UMKM berbasis digital. Sehingga UMKM naik kelas," tukasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=_EqvJizX-EU

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
