Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2020 | 01.53 WIB

Tak Hanya Gagap Teknologi, UMKM Sulit Go Online karena Kendala Berikut

Pekerja saat menyiapkan bahan baku keripik seingkong di sentra Kripik Keripik Singkong Maharani, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah turut menyiapkan anggaran dari APBD untuk memberikan bantu - Image

Pekerja saat menyiapkan bahan baku keripik seingkong di sentra Kripik Keripik Singkong Maharani, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah turut menyiapkan anggaran dari APBD untuk memberikan bantu

JawaPos.com – Wabah Covid-19 ikut menyerang sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Padahal sektor ini biasanya menjadi penolong perekonomian sedang dalam fase krisis.

Digitalisasi pun dipandang dapat menjadi solusi bagi para UMKM untuk bertahan saat pandemi. Namun, UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital masih sangat minim.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dari total 64,19 juta pelaku UMKM di Tanah Air, baru 13 persen yang terhubung dengan pasar daring atau marketplace. Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Eddy Satriya mengatakan, penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan tentang manfaat teknologi.

"Pemahaman teknologi di UMKM kita masih rendah. Padahal mencakup proses pemasaran, ini kendala yang kita hadapi," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/7).

Kendala lainnya adalah akses internet yang terbatas. Padahal, akses internet jadi syarat kunci UMKM bisa go digital. Namun, kenyataannya, sebagian besar pelaku usaha UMKM tersebar di daerah yang masih terbatas jaringan internetnya.

Keamanan transaksi juga menjadi kendala UMKM dalam ekosistem digital. Eddy menyebut, masih banyak konsumen di Indonesia yang mengaku cemas dalam keamanan bertransaksi secara online.

Terakhir, soal keterbatasan modal dan infrastruktur teknologi yang memadai. UMKM butuh perangkat ponsel pintar maupun gawai lain yang mendukung pemasaran produk secara daring.

Atas dasar itu, Kemenkop UKM terus meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta perguruan tinggi dan perusahaan startup. Tujuannya untuk memenuhi akaes infrastruktur digital, akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan, inkubasi, dan sistem informasi digital UMKM.

"Pada akhirnya terbentuk komunitas UMKM berbasis digital. Sehingga UMKM naik kelas," tukasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=_EqvJizX-EU

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore