
Photo
JawaPos.com - Citilink Indonesia menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan pemberantasan narkoba pada maskapai berbiaya hemat Citilink Indonesia itu. Tes urin untuk karyawan pun langsung digelar di tiga tempat yaitu Head Office, Station Cengkareng, dan Station Surabaya.
Langkah ini sebagai upaya mendukung pemberantasan narkoba khususnya di industri penerbangan dalam upaya untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan.
“Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng BNN dan akan terus dilakukan secara berkala di area-area kerja Citilink lainnya," kata Direktur Utama Citilink Juliandra dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.
Menurut Juliandra, Citilink sangat serius dalam upaya pemberantasan narkoba dan tidak akan memberikan toleransi sedikitpun serta secara tegas akan memberikan sanksi, termasuk pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku bagi siapapun oknum yang terbukti menyalahgunakan narkoba.
Juliandra juga menambahkan, Citilink selalu memprioritaskan aspek keamanan dan keselamatan dalam kegiatan penerbangan. Karena itu perusahaan tidak akan memberikan toleransi sedikitpun bagi karyawan yang bertindak tidak profesional serta mengabaikan kode etik dan integritas dalam bekerja, termasuk mengabaikan peraturan dan prosedur penerbangan seperti penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.
"Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam menjaga pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang." tuturnya.
Diketahui, sebelumnya ada dua pilot maskapai pelat merah dan satu maskapai swasta tertangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba pada Senin (6/7) lalu.
Ketiga pilot yang terjerat kasus narkoba tersebut adalah IP, DC dan DS. Ketiganya ditangkap polisi di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menegaskan, akan menyerahkan proses penanganannya kepada penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sehubungan dengan adanya tiga pilot yang ditangkap karena dugaan penggunaan narkona.
“Penanganan terhadap dugaan penyalahgunaan narkoba oleh pilot adalah wewenang penuh pihak kepolisian. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba, khususnya yang dilakukan oleh pilot ataupun personil penerbangan. Saya pastikan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara tidak akan mengintervensi. Kami menyerahkan pengusutan dan penanganannya kepada pihak Polri sesuai aturan hukum yang berlaku,” katanya.
Dirjen Novie juga meminta kepada operator penerbangan untuk terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta melakukan tes narkoba kepada para personilnya, selain itu dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melindungi personel penerbangan yang terlibat dengan narkoba.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=MG9xbEqeabM
https://www.youtube.com/watch?v=dK5C-9dTUCY
https://www.youtube.com/watch?v=QIjlvMkI8QI

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
