
Ekonom Faisal Basri
JawaPos.com - Beberapa waktu lalu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut utang negara digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Jika tidak berutang, Darmin menyebut tidak ada pembangunan yang masif seperti saat ini.
Ekonom senior Institute for Development for Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menilai pernyataan tersebut sebagai sebuah kebohongan.
"Yang paling penting, bahwa ternyata terbukti sekali bahwa tidak benar apa yang dikatakan oleh pak Darmin yang mengatakan tak utang tapi pembangunan infrastruktur lambat. Terbukti bahwa utang itu relatif kecil hubungannya dengan pembangunan infrastruktur," ujarnya di Kantor INDEF, Jakarta, Rabu (21/3).
Hal itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, selama ini utang yang dilakukan pemerintah justru melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebut saja proyek LRT yang hanya dibiayai APBN sebesar Rp 1,6 triliun dan sisa anggarannya melalui pinjaman yang dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero).
"Pembangunan transmisi listrik, dulu di APBN sekarang PLN yang bangun. Jadi infra makin banyak dibiayai oleh utang yang kita maksud," tuturnya.
Menurutnya, utang yang dilakukan pemerintah justru lebih dialokasikan untuk belanja pegawai dan pos lainnya. Hal itu terbukti dari alokasi anggaran belanja pegawai yang terus meningkat dalam empat tahun terakhir.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pada 2014 alokasi belanja pegawai sebesar 20,25 persen dari total APBN. Tahun 2015 sebesar 23,76 persen dari APBN, tahun 2016 26,44 persen dan tahun 2017 sedikit menurun yakni sebesar 26,25 persen.
"Jadi utang itu digunakan lebih banyak untuk meningkatkan pos lain termasuk belanja pegawai. Ini bukan jaman orde baru lagi, kalau orba utang dipakai seluruhnya untuk pembangunan. Sekarang utang dipakai umum, generik. Jadi nggak bener nih," pungkasnya.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
