Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Februari 2018 | 21.54 WIB

Mendag Enggar: Defisit Perdagangan Dengan Thailand Bukan Karena Beras

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 676,9 juta pada Januari 2018. Terjadi lantaran nilai ekspor Indonesia hanya mencapai USD 14,45 miliar, sedangkan nilai ekspor sebesar USD 15,13 miliar.


Dari 13 negara yang melakukan  aktifitas perdagangan dengan Indonesia, sebagian besar defisit disebabkan oleh Thailand dan Tiongkok. Defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok sebesar USD 1,83 miliar, Thailnad USD 211,4 juta, dan Australia USD 178,2 juta.


Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menuturkan defisit perdagangan Januari dengan Thailand dipicu oleh banyak faktor. Enggar membantah bila defisit perdagangan dengan Thailand terjadi karena impor beras yang diputuskan awal tahun ini. "Beras belum masuk di Januari. (Jadi bukan karena beras) banyak penyebabnya, ada beberapa komoditinya," ujar Enggar di Jakarta, Kamis (17/2).


Komoditas yang dimaksud Enggar adalah buah-buahan yang diimpor dari negeri gajah putih tersebut. "Kita buah-buahan juga banyak dari Thailand," jelasnya.  Pada bulan Januari tercatat di angka USD 15,13 miliar atau naik 0,26 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka tersebut naik signifikan dibanding Januari tahun sebelumnya yaitu 26,44 persen.


Adapun, pertumbuhan impor tertinggi terjadi pada kelompok bahan baku dan bahan penolong yakni 2,34 persen month-to-month. Sementara itu, impor barang konsumsi dan barang modal juga menurun secara bulanan dengan angka 1,46 persen dan 7,39 persen.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore