
ilustrasi bandara
JawaPos.com – PT Angkasa Pura I (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meresmikan Balai Pemberdayaan Masyarakat (BPM) bagi warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.
Para warga sebelumnya dibina dan diberi pelatihan untuk dapat meningkatkan soft skill, hard skill, dan kompetensi untuk dilibatkan di dalam Bandara yang berlokasi di Kulon Progo.
Peresmian BPM dilaksanakan bersama dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Angkasa Pura I, Pemkab Kulon Progo, dan Badan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (Badiklit Pensos) Kementerian Sosial RI tentang Kerja Sama Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Penyuluhan serta Pemberdayaan Masyarakat.
Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi bersama Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Senin (16/7) siang.
"Peresmian Balai Pemberdayaan Masyarakat (BPM) ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Angkasa Pura I terhadap warga yang terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta. Hadirnya BPM ini diharapkan dapat meningkatkan soft skill, hard skill, dan kompetensi bagi warga sesuai dengan standar yang telah ditentukan," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (17/7).
Beberapa program pelatihan yang diberikan kepada warga yaitu program pengembangan pariwisata dan program pendukung konstruksi bandara. Program pengembangan pariwisata antara lain pelatihan Bahasa Inggris.
Sedangkan, program pendukung konstruksi bandara berupa pelatihan pertukangan batu dan kayu, pelatihan las, serta teknik pendinginan. Gedung BPM yang berlokasi tepat di sebelah Kantor Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo ini memiliki dua ruang kelas untuk aktivitas belajar dan mengajar dengan kapasitas 35 orang per kelas.
Sebelumnya, Angkasa Pura I juga telah mengadakan pelatihan security untuk 80 orang, yang beberapa diantaranya kini sudah mendapatkan pekerjaan. Selain itu diselenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk 196 warga dari lima desa serta pendampingan dan konseling perencanaan keuangan.
"Selain sebagai bentuk komitmen dan kontribusi Angkasa Pura I terhadap pengembangan keahlian warga di wilayah pembangunan bandara baru, Balai Pemberdayaan Masyarakat ini merupakan wahana untuk mempersiapkan warga dalam menyambut Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo," jelasnya.
Bandara ini, katanya, tidak hanya milik Angkasa Pura I atau pemerintah, namun juga harus dirasakan kehadirannya dan disiapkan bersama dengan seluruh masyarakat. “Melalui Peresmian BPM dan penandatanganan PKS ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk peningkatan kompetensi dan keterampilan bagi warga terdampak untuk memperoleh pekerjaan baru serta mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kulon Progo," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
