
Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) Syah Reza di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (21/10). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sektor pertambangan dan manufaktur telah menjadi tulang punggung bisnis ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI). Bahkan, hingga Agustus 2025, lini ini menyumbang sekitar 65 persen dari total penjualan pelumas di Indonesia.
Kini, perusahaan tampak optimistis proyeksi tetap terjaga hingga akhir tahun. Perhitungannya, kombinasi kedua sektor tersebut akan menyumbang 75 persen dari total penjualan hingga akhir tahun.
"Kami memperkirakan di tahun 2025 ini, sektor pertambangan dan manufaktur akan menyumbang 75 persen ke total penjualan," kata Presiden Direktur ExxonMobil Lubricants Indonesia, Syah Reza kepada JawaPos.com, Selasa (21/10).
Meski begitu, ia sempat menekankan bahwa peluang pemulihan pada paruh kedua tahun ini perlu ditanggapi dengan menjaga keandalan pada operasional alat berat di sektor tambang. Peluang pemulihan di paruh kedua tahun ini perlu direspons dengan menjaga keandalan operasional alat berat di sektor tambang.
"Dengan kondisi pasar yang mulai membaik, pelaku industri harus memastikan armadanya tetap optimal. Di sinilah solusi pelumasan berteknologi tinggi memainkan peran strategis untuk mendukung efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan," ungkap dia.
Industri pertambangan Indonesia sempat mengalami kontraksi sebesar 1,23 persen pada kuartal I 2025 akibat melemahnya permintaan energi global dan kelebihan pasokan nikel. Kondisi tersebut berdampak pada turunnya penerimaan negara dan mendorong pelaku usaha menitikberatkan pada efisiensi operasional.
Selain itu, penerapan Pajak Alat Berat (PAB) turut menambah beban biaya di tengah lesunya penjualan unit baru. Situasi ini membuat perusahaan tambang berfokus mengoptimalkan armada yang sudah ada melalui perawatan menyeluruh serta penggunaan pelumas dengan kualitas unggul.
Memasuki kuartal II 2025, sektor pertambangan mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 2,03 persen, sementara investasi di sektor ESDM meningkat 24 persen menjadi USD 13,9 miliar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
