
Ilustrasi: Waspada momen belanja online ditunggangi pelaku kejahatan siber. (Istimewa).
JawaPos.com - Menjelang musim promo besar seperti 10.10, euforia belanja online kembali terasa di mana-mana. Diskon besar, gratis ongkir, hingga cashback menggoda membuat banyak orang berlomba menekan tombol 'checkout' lebih cepat dari biasanya.
Namun, di balik semaraknya festival belanja ini, ada satu hal yang perlu diingat: penipuan online juga ikut meningkat setiap kali musim diskon tiba.
Para penipu kini semakin kreatif dalam memanfaatkan momen ini. Modusnya pun makin beragam, mulai dari pesan singkat palsu yang mengatasnamakan marketplace, email tagihan fiktif, hingga situs tiruan yang menampilkan promo 'ajaib' dengan harga tak masuk akal.
Tujuannya satu: mencuri data pribadi dan uang pengguna yang lengah. Bahkan, ada pula iklan berbahaya (malvertising) yang muncul di situs atau media sosial, mengarahkan korban ke laman berisi malware.
Google mencatat peningkatan serangan siber dan penipuan digital setiap kali kampanye belanja besar digelar. Karena itu, perusahaan teknologi ini terus memperbarui fitur keamanannya, dari deteksi situs berbahaya hingga sistem verifikasi ganda.
Meski begitu, keamanan digital tetap dimulai dari kebiasaan pengguna sendiri.
Sebelum berbelanja online, pastikan akunmu aman.
Misalnya, gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap platform, aktifkan verifikasi dua langkah (2-Step Verification), dan rutin melakukan Security Checkup untuk memantau aktivitas mencurigakan. Langkah sederhana ini sering kali menjadi pembeda antara pengguna yang aman dan yang menjadi korban penipuan.
Selain itu, penting untuk tetap kritis ketika melihat promo yang terlalu menggiurkan. Jika harga produk jauh lebih murah dari rata-rata pasar, patut dicurigai. Bandingkan harga di beberapa toko, baca ulasan pembeli, dan hindari pembayaran langsung ke rekening pribadi.
Gunakan platform e-commerce terpercaya yang menyediakan perlindungan pembeli agar transaksi lebih aman.
Ingat, penipu selalu memanfaatkan celah di tengah antusiasme pengguna. Pesan seperti “paket Anda tertahan, klik link ini untuk melacak” sering kali menjadi jebakan. Jangan pernah menekan tautan mencurigakan, apalagi membagikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari layanan pelanggan.
"Jika ragu, hubungi langsung pihak resmi melalui situs atau aplikasi terverifikasi," kata Google melalui keterangannya.
Belanja online memang sudah jadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat modern. Tapi di tengah kenyamanan dan kecepatan transaksi, keamanan tetap harus jadi prioritas utama.
Dengan kebiasaan sederhana seperti memverifikasi situs, memperkuat kata sandi, dan menjaga kewaspadaan terhadap penipuan, kita bisa menikmati promo 10.10 dengan lebih aman dan menyenangkan.
Karena pada akhirnya, keamanan digital bukan hanya soal teknologi, tapi soal kebiasaan. Jadi, sebelum tergoda diskon besar-besaran, pastikan kamu sudah siap jadi pembeli yang cerdas, bukan korban berikutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
