Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 19.18 WIB

Diduga jadi Sumber Radiasi Cesium-137 Udang Beku Ekspor Tujuan AS, Petugas Segel Pabrik PT PMT di Cikande

Petugas lakukan penyegelan pabrik sekaligus gudang PT PMT terkait kontaminasi radiasi Cesium-137 di Kawasan Industri Cikande, Banten. (Humas Kemen-LH) - Image

Petugas lakukan penyegelan pabrik sekaligus gudang PT PMT terkait kontaminasi radiasi Cesium-137 di Kawasan Industri Cikande, Banten. (Humas Kemen-LH)

JawaPos.com - Pemerintah bertindak tegas terkait cemaran radiasi Cesium-137 terhadap udang beku ekspor tujuan Amerika Serikat (AS). Upaya terbaru pemerintah melakukan penyegelan pabrik milik PT Peter Metal Technology Indonesia (PMT). Pasalnya dari pabrik inilah cemaran radiasi Cesium-137 menyebar sampai ke lokasi pengolahan udang beku.

Upaya penyegelan itu dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH). Petugas Kemen-LH bergerak cepat menangani dugaan kontaminasi radioaktif pada ekspor udang beku PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Upaya itu dilakukan untuk menjamin keamanan pangan, melindungi masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. 

Setelah ditelusuri cemaran radiasi Cesium-137 bersumber dari pabrik PT PMT di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Akhirnya pabrik tersebut resmi disegel. 

Selanjutnya pemerintah langsung melakukan dekontaminasi menyeluruh. Tujuannya agar wilayah kembali steril dan dampak lingkungan dapat diminimalisasi. Dengan langkah itu masyarakat, termasuk nelayan, dipastikan tetap aman. Karena produk pangan laut diawasi ketat oleh tim gabungan lintas kementerian dan lembaga. 

Merespons temuan kontaminasi radiasi Cesium-137 itu, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan keamanan pangan menjadi prioritas utama mereka. "Pemerintah bergerak cepat," kata Zulkifli dalam keterangannya (15/9).

Di lapangan tim dari Kemen-LH bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), serta Kepolisian melakukan investigasi secara ilmiah dan sesuai standar internasional. Dua kali rapat koordinasi digelar untuk memastikan setiap langkah tepat sasaran. 

Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono mengatakan, mereka mendukung penuh dan berkomitmen kuat memastikan mutu pangan yang berkualitas selaras dengan lingkungan yang berkelanjutan. Dia juga mengatakan pembentukan Satgas percepatan penanganan radiasi adalah wujud nyata pemerintah dalam melindungi rakyat. "Sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem," kata Diaz. 

Dia menambahkan negara hadir melindungi masyarakat. Kemen-LH pastikan setiap langkah dilakukan dengan standar tertinggi. Tujuannya untuk menjaga mutu pangan yang aman. Kemudian menghadirkan kualitas lingkungan yang terjaga, serta perlindungan bagi nelayan serta konsumen.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kemen-LH Rizal Irawan menjelaskan, bahan baku udang BMS Foods sebenarnya aman. Unsur radioaktif hanya terdeteksi pada blower dan ventilator pabrik dengan konsentrasi rendah. Nilainya masih di bawah ambang batas. Petugas segera ditangani melalui dekontaminasi. 

Pelacakan lebih lanjut mengarah pada PT PMT dengan tingkat radiasi 0,3–0,5 mikrosievert per jam. Nilai itu lebih tinggi dari kondisi normal 0,1 mikrosievert per jam. 

Rizal menegaskan pemerintah tidak ragu menjatuhkan sanksi administratif hingga pencabutan izin lingkungan terhadap PT PMT. Langkah hukum perdata dan pidana juga tengah dipersiapkan untuk pihak yang terbukti lalai atau sengaja menimbulkan pencemaran.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore