
Yandizar Erisma Sembiring, pemilik toko SRC Yandi, Bogor, saat mendekorasi toko kelontong miliknya dengan hiasan bernuansa merah putih (30/8). (Istimewa for JawaPos.com)
JawaPos.com - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat omzet Sampoerna Retail Community (SRC) toko kelontong binaannya tembus mencapai Rp 236 triliun per tahun. Angka ini merupakan total keseluruhan omzet dari 250 ribu SRC yang menjadi binaannya.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Ivan Cahyadi, menyebut omzet tersebut bisa diperoleh warung-warung kelontong binaan Sampoerna melalui pelatihan, digitalisasi, serta integrasi teknologi. Tak hanya menjadi bentuk modernisasi toko kelontong, tetapi juga SRC turut mendukung pemasaran produk UMKM lokal melalui inisiatif Pojok Lokal.
"Lewat inisiatif pojok lokal, anggota SRC juga memasarkan produk UMKM di sekitar SRC, sehingga memperluas jangkauan dan meningkatkan produk lokal. Riset commerce dan media-media mencatat, total omzet toko SRC mencapai Rp 236 triliun per tahun," kata Ivan dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jumat (22/8).
Guna memperbesar omzet para toko kelontong binaannya, HM Sampoerna juga mengoperasikan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Pasuruan, Jawa Timur, yang telah melatih lebih dari 97.000 peserta dan membina 1.600 UMKM. Dari jumlah tersebut, 200 UMKM berhasil menembus pasar ekspor, sementara lebih dari 8 persen sudah terdigitalisasi.
"Sampoerna berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif yang bertujuan memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," beber Ivan.
Adapun hingga kini, Sampoerna sendiri telah bermitra dengan sekitar 20.000 petani tembakau dan cengkeh, 43 mitra produksi sigaret, serta 1.700 pemasok barang dan jasa lokal. Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan 1,5 juta peritel di seluruh Indonesia, menyerap lebih dari 90 ribu tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.
Selain itu, guna meningkatkan pendapatan toko-toko kelontong tersebut, Sampoerna menandatangani nota kesepahaman dengan lima perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diantaranya, bersama dengan Perum Bulog yang akan memperluas jaringan pangan nasional.
Lalu, penandatanganan dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang bertujuan mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui program tabungan SRC Power by Brimo serta ekspansi agen Brilink.
Selanjutnya, HMSP juga meneken kerja sama antara SRC dengan PT Pos Indonesia (Persero) yang bertujuan memperluas titik layanan logistik di seluruh Indonesia dan memperluas distribusi materai resmi ke satu juta toko ritel.
Bahkan, bersama PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina (Persero), kerja sama yang telah dibuat akan membuat toko-toko SRC dapat menjadi outlet Bright Gas Pertamina.
"Kemudian yang terakhir, dengan PT Telekomunikasi Selular (Persero) Tbk alias Telkomsel, jaringan ritel Sampoerna diharapkan dapat memperluas akses digital melalui layanan fixed broadband," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
