Ilustrasi semangkuk nasi (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Praktik curang mencampur beras berlabel premium dengan beras kualitas sedang hingga rendah kian marak dilakukan. Ironisnya, praktik curang ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang produknya sering kita temui di minimarket.
Mengutip dari laman jdih.dpr.go.id, motif di balik pengoplosan beras ini adalah keinginan oknum pelaku usaha untuk meraup keuntungan lebih besar di tengah tingginya permintaan masyarakat akan beras sebagai bahan makanan pokok sehari-hari.
Praktik nakal produsen ini jelas merugikan konsumen. Sebab, konsumen harus membayar harga mahal untuk beras yang seharusnya berkualitas premium, namun kenyataannya kualitasnya tidak sesuai harapan.
Pemerintah saat ini berupaya menindak praktik curang ini, namun masyarakat juga dituntut untuk lebih cermat. Praktik pengoplosan beras tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Setiap konsumen berhak mendapatkan barang yang sesuai dengan harga yang telah dibayarkan.
Namun, anda tidak perlu khawatir. Untuk membantu meningkatkan kewaspadaan, Anda dapat mengenali beberapa ciri-ciri beras oplosan yang beredar di pasaran.
Dilansir dari laman resmi www.ipb.ac.id, Prof. Tajuddin Bantacut, pakar Teknologi Industri Pertanian dari IPB, menyebutkan beberapa ciri yang dapat dikenali secara langsung untuk mengetahui apakah beras yang dijual di pasaran merupakan beras oplosan:
1. Warna Tidak Seragam
Beras oplosan sering dicampur dengan pewarna buatan. Penggunaan zat ini dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat perlu teliti jika menemukan warna beras yang tampak tidak lazim, karena ini bisa menjadi tanda beras telah dicampur.
2. Butiran Berbeda Ukuran
Beras yang pecah-pecah atau tidak utuh umumnya menandakan kualitas beras yang kurang baik. Butiran yang tidak utuh ini dapat memengaruhi mutu beras secara keseluruhan.
3. Tekstur Nasi Terlalu Lembek Setelah Dimasak
Beras oplosan sering dicampur dengan bahan kimia tertentu dan dioplos ulang agar terlihat lebih menarik. Namun, saat proses pemasakan, kandungan kimia yang berlebihan akan membuat nasi lebih lembek dan mudah basi.
4. Bau

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
