Presiden direktur PT Pakuwon Jati (tiga dari kiri) usai Public Expose Rups Pakuwon Jati di Westin, Rabu (25/6). (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
JawaPos.com – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) masih membidik pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. Emiten properti tersebut terus melanjutkan ekspansi besar-besaran sebagai pendorong utama pendapatan tahun ini.
Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Alexander Stefanus Ridwan Suhendra menyebut, target pendapatan bersih tahun ini ditetapkan sebesar Rp 7 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 4,9 persen dibandingkan capaian 2024 yang berada di level Rp 6,67 triliun.
"Tahun lalu, kami mencatatkan laba bruto senilai Rp 3,77 triliun. Sedangkan, laba bersih mencapai Rp 2,62 triliun," jelas Alexander dalam paparan publik di Surabaya, Rabu (25/6).
Kinerja PWON sepanjang 2024 memang cukup positif, dengan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 7,5 persen. Faktor utama pendorongnya adalah kenaikan pendapatan berulang (recurring revenue) sebesar 11 persen. Total recurring revenue meningkat dari Rp 4,67 triliun pada 2023 menjadi Rp 5,19 triliun.
Kinerja positif berlanjut di awal 2025. Selama kuartal I, PWON membukukan pendapatan bersih Rp 1,55 triliun atau tumbuh 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pendorongnya tentu recurring revenue yang naik 10 persen," ujar General Manager Finance PT Pakuwon Jati Tbk Fenny.
Selain pendapatan, laba bersih yang disesuaikan juga mengalami kenaikan. Selama kuartal I, laba bersih naik 10 persen menjadi Rp 603 miliar. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat atas upaya efisiensi operasional yang terus dilakukan perusahaan.
Dari sisi belanja modal (capex), Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Minarto Basuki menuturkan bahwa tahun ini PWON mengalokasikan dana sebesar Rp 2,5 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 1,8 triliun.
"Sebanyak 75 persen dari alokasi capex ini digunakan untuk pembangunan hotel, apartemen, dan mall. Sisanya digunakan untuk pembelian lahan," ujar Minarto.
Hingga akhir kuartal I, realisasi capex sudah mencapai Rp 237 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall tahap 3 di Surabaya.
PWON juga memastikan komitmennya untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Minarto menyampaikan bahwa RUPS baru saja menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 13 per lembar saham dari laba tahun buku 2024.
Dengan total nilai dividen Rp 626 miliar, jumlah ini naik 45 persen dibandingkan pembagian dividen tahun sebelumnya. Secara proporsi, dividen tersebut setara dengan 30 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,08 triliun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
