Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 April 2018 | 01.35 WIB

Kronologi Satgas 115 Ciduk Kapal Ikan Pesakitan Buronan Interpol

Menteri Susi konferensi pers soal kapal buronan interpol yang ditangkap satgas 115. - Image

Menteri Susi konferensi pers soal kapal buronan interpol yang ditangkap satgas 115.

JawaPos.com - TNI Angkatan Laut (AL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Penyidik Polri di bawah koordinasi Satgas 115 berhasil menangkap kapal ikan bernama STS-50 dengan nomor IMO 8514772. Kapal itu berhasil diciduk saat bergerak di wilayah perairan Indonesia.


Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, kapal tersebut merupakan buronan polisi internasional (Interpol) yang juga terdaftar sebagai kapal IUU fishing dalam RFMO Convention for the Conservation of Antartic Marine Living Resources (CCAMLR).


"Jadi pada hari Kamis 5 April 2018, Satgas 115 mendapatkan permintaan resmi dari Interpol melalui NCB Indonesia untuk memeriksa kapal ikan bernama STS-50. Menindaklanjuti informasi dari Interpol, KAL Simeulue dari TNI AL melakukan operasi Hentikan, Periksa, Tahan (Hentikan) pada 6 April 2018 pukul 17.30 WIB ketika STS-50 berada sekitar 60 mil dari sisi Tenggara Pulau Weh," ujar Susi dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (7/4).


Lebih lanjut, sebelum ditangkap di Indonesia, kapal tersebut memiliki nama lain yaitu Sea Breeze, Andrey Dolgov, STD No.2, dan AIDA. Berdasarkan dokumen yang diterbitkan oleh Lloyd's List Intelligence (database kapal komersil), STS-50 dimiliki oleh Marine Fisheries Corporation Company Ltd dan Jiho Shipping Company Limited.


"Kapal itu juga merupakan kapal tanpa bendera kebangsaan. Mereka menggunakan delapan bendera yaitu Sierre Leone, Togo, Kamboja, Korea Selatan, Jepang, Mikronesia, Filipina dan Namibia," tuturnya.


Selain itu, disebutkan jika kapal STS-50 merupakan buronan yang dicari interpol selama bertahun-tahun. Pasalnya, mereka sudah dua kali tertangkap, namun dua kali juga berhasil meloloskan diri.


"Sudah dicari interpol selama beberapa tahun ini. Sudah ditangkap dua kali di China dan Mozambik dan mereka kabur lagi. Tadi malam takutnya ditangkap terus mencoba kabur. Luar biasa tim operasional lapangan TNI AL kita. Dengan sigap mengawal dari Maldives, begitu masuk teritorial Aceh langsung ditangkap," pungkasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore