
Menteri Susi konferensi pers soal kapal buronan interpol yang ditangkap satgas 115.
JawaPos.com - TNI Angkatan Laut (AL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Penyidik Polri di bawah koordinasi Satgas 115 berhasil menangkap kapal ikan bernama STS-50 dengan nomor IMO 8514772. Kapal itu berhasil diciduk saat bergerak di wilayah perairan Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, kapal tersebut merupakan buronan polisi internasional (Interpol) yang juga terdaftar sebagai kapal IUU fishing dalam RFMO Convention for the Conservation of Antartic Marine Living Resources (CCAMLR).
"Jadi pada hari Kamis 5 April 2018, Satgas 115 mendapatkan permintaan resmi dari Interpol melalui NCB Indonesia untuk memeriksa kapal ikan bernama STS-50. Menindaklanjuti informasi dari Interpol, KAL Simeulue dari TNI AL melakukan operasi Hentikan, Periksa, Tahan (Hentikan) pada 6 April 2018 pukul 17.30 WIB ketika STS-50 berada sekitar 60 mil dari sisi Tenggara Pulau Weh," ujar Susi dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (7/4).
Lebih lanjut, sebelum ditangkap di Indonesia, kapal tersebut memiliki nama lain yaitu Sea Breeze, Andrey Dolgov, STD No.2, dan AIDA. Berdasarkan dokumen yang diterbitkan oleh Lloyd's List Intelligence (database kapal komersil), STS-50 dimiliki oleh Marine Fisheries Corporation Company Ltd dan Jiho Shipping Company Limited.
"Kapal itu juga merupakan kapal tanpa bendera kebangsaan. Mereka menggunakan delapan bendera yaitu Sierre Leone, Togo, Kamboja, Korea Selatan, Jepang, Mikronesia, Filipina dan Namibia," tuturnya.
Selain itu, disebutkan jika kapal STS-50 merupakan buronan yang dicari interpol selama bertahun-tahun. Pasalnya, mereka sudah dua kali tertangkap, namun dua kali juga berhasil meloloskan diri.
"Sudah dicari interpol selama beberapa tahun ini. Sudah ditangkap dua kali di China dan Mozambik dan mereka kabur lagi. Tadi malam takutnya ditangkap terus mencoba kabur. Luar biasa tim operasional lapangan TNI AL kita. Dengan sigap mengawal dari Maldives, begitu masuk teritorial Aceh langsung ditangkap," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
