
Ribuan gulung tekstil diduga Ilegal ditemukan oleh Satgas Impor pada 1 Agustus 2024. (Istimewa)
JawaPos.com – Serbuan barang impor illegal asal Tiongkok dipandang Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) makin mengkhawatirkan. Salah satu yang paling terasa dampaknya adalah impor tekstil.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang UKM KemenkopUKM Temmy Setya Permana menduga, tidak sedikit produk yang masuk secara ilegal dan tidak tercatat.
“Ini khusus di pakaian atau tekstil dan produk tekstil (TPT). Barang masuk yang tidak tercatat tanpa bea masuk dan lain-lain, harganya akan murah sekali dan ini akan mendistorsi pasar,” ujar Temmy dalam keterangannya, Rabu (7/8).
Serbuan produk TPT impor ilegal yang masuk ke Indonesia itu dikhawatirkan semakin mengancam dan menggerus pasar produk UMKM.
Terlebih, serbuan impor ilegal ini berpotensi menyebabkan kehilangan serapan 67 ribu tenaga kerja dengan total pendapatan karyawan Rp 2 triliun per tahun. Serta hilangnya potensi PDB multisektor TPT sebesar Rp 11,83 triliun per tahun.
“Hal ini bisa menyebabkan deindustrialisasi di Indonesia. Bahkan gejalanya telah terlihat dari tahun 2015 hingga 2023,” ujar Temmy.
Dia menyampaikan, serbuan produk tekstil ilegal tidak hanya berdampak pada PHK massal perusahaan tekstil di Indonesia. Tetapi juga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang kemudian mempengaruhi perekonomian nasional.
"Padahal, pada 10 tahun lalu, sektor industri pengolahan masih mencatatkan andil terhadap PDB Indonesia di atas 20 persen per tahun. Namun, lima tahun kemudian, nilainya turun di bawah 20 persen. Tren ini baru dua kali terjadi dalam 10 tahun terakhir," jelasnya.
Mengutip data Trademap yang diolah tim KemenkopUKM, API, dan Apsyfi 2023, telah terjadi gap (kesenjangan) antara ekspor TPT Tiongkok ke Indonesia dengan impor Indonesia dari Tiongkok.
Pada 2022 misalnya, ekspor Tiongkok ke Indonesia mencapai Rp 61,3 triliun, sementara impor Indonesia dari Tiongkok sebanyak Rp 31,8 triliun.
“Ada gap sekitar Rp 29,5 triliun. Atau sekitar 50 persen nilai impor produk Tiongkok ke Indonesia tidak tercatat,” jelas Temmy.
Angka itu menunjukkan data ekspor Tiongok ke Indonesia nilainya hampir dua kali lipat lebih besar dari impor Indonesia dari Tiongkok. Artinya, jumlah barang yang legal dan ilegal hampir sama banyaknya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
