
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti pegawai pajak akan melakukan mutasi pegawai pajak secara besar-besaran. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal langkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang melakukan penyegelan terhadap tiga toko emas Tiffany & Co di Jakarta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penyegelan itu dilakukan sebagai bentuk dugaan atas pelanggaran impor barang mewah. Menurutnya, pemerintah tidak akan memberi ruang bagi praktik impor ilegal, termasuk untuk produk-produk premium.
“Pokoknya impor yang ilegal pasti akan ditutup dan disegel. Jadi semuanya harus main ke legal lagi,” kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/2).
Ia juga menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang adil dan transparan. Penindakan dilakukan setelah adanya temuan terkait dugaan pelanggaran prosedur kepabeanan dan perizinan impor.
Menurut Purbaya, aparat Bea Cukai saat ini menjalankan tugas secara profesional dalam membersihkan pasar dari barang-barang yang tidak sesuai aturan.
“Nanti kalau orang bea cukai nggak ngapa-ngapain ditangkap. Sekarang dia menjalankan tugasnya supaya pasar kita bersih dari barang-barang ilegal. Supaya permainannya di sini fair di dalam negeri,” tukasnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta menyegel tiga gerai perhiasan mewah internasional Tiffany & Co di Jakarta, Rabu (11/26) kemarin. Tiga gerai tersebut berada di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place.
Kepala Seksi Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, mengatakan penyegelan dilakukan karena diduga terdapat pelanggaran administrasi terkait barang impor bernilai tinggi atau high value goods. Operasi tersebut merupakan bagian dari pengawasan atas barang-barang bernilai tinggi yang masuk ke Indonesia.
“Kami dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta melakukan operasi terkait barang-barang high value good, yaitu barang-barang bernilai tinggi yang kami duga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan dalam pemberitahuan impor barang,” ujar Siswo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/2).
Siswo memastikan penyegelan tiga toko emas itu sejalan dengan instruksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menggali potensi penerimaan negara, baik dari sektor kepabeanan maupun cukai.
Menurut Siswo, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman secara administratif dengan mencocokkan data barang yang ada di toko dengan dokumen impor yang telah dilaporkan perusahaan.
“Kami mencoba memperoleh data barang-barang yang ada di store atau outlet mereka untuk kami sandingkan dengan barang-barang yang memang sudah dilaporkan oleh mereka ketika mengajukan barang tersebut masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
