
Photo
JawaPos.com - PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) kembali melangit dengan membuka penerbangan rute domestik terbaru yakni Jakarta-Bali dan Jakarta-Jogjakarta. Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto mengatakan, meningkatnya mobilitas masyarakat pasca pandemi Covid-19 dan tumbuhnya kapasitas penumpang angkutan udara dari tahun ke tahun menjadi momentum tepat perusahaan untuk kembali memberikan layanan transportasi udara.
Data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada Juni lalu menunjukkan bahwa penumpang udara diperkirakan mencapai 83 persen dari tingkat pra-pandemi. Berdasarkan data terbaru dari Kemenperin, jumlah penumpang yang mengudara di Indonesia saat ini diperkirakan meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini digadang-gadang dapat menjadikan Indonesia sebagai pasar transportasi terbesar keenam pada tahun 2034 mendatang.
"Sejalan dengan komitmen TransNusa untuk terus mendukung konektivitas, mendorong pengembangan pariwisata nasional serta percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi, kami siap ikut meramaikan kembali langit Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/9).
Bayu menjelaskan, konsep yang disajikan oleh perusahaan menjadi langkah dalam memfasilitasi
kebutuhan masyarakat serta mendukung kebijakan pemerintah terkait harga tiket pesawat domestik. "Kami berharap dengan konsep penerbangan LCC (Low-Cost Carrier) yang kami maksimalkan, TransNusa dapat turut mempermudah masyarakat dalam melengkapi kebutuhan transportasi udara dan menjadi opsi terbaik terutama untuk mereka yang ingin melakukan penerbangan domestik dari maupun ke Bali, Jakarta, dan Jogjakarta," ungkap Bayu.
TransNusa akan melayani penerbangan Jakarta (CGK)-Bali (DPS) sebanyak lima kali sehari pergi pulang dan Jakarta (CGK)-Jogjakarta (YIA) sebanyak dua kali sehari pergi pulang, mulai 6 Oktober 2022. TransNusa akan beroperasi menggunakan armada baru AIRBUS A320neo berkapasitas 168 penumpang serta menyediakan gratis 20 kilogram bagasi untuk seluruh penerbangan domestik.
Menurut Direktur TransNusa, Leo Budiman kapasitas 168 penumpang untuk armada jenis A320neo dirasa ideal. Tidak terlalu sedikit, tapi juga tidak berlebihan. Hal ini diklaim membuat TransNusa memiliki kursi penerbangan dengan ruang kaki yang lebih luas dibandingkan maskapai LCC umumnya.
"Selain itu, biaya perjalanan serta ragam pelayanan kenyamanan bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi penumpang," kata Leo.
Penggunaan AIRBUS A320neo diambil dengan pertimbangan kenyamanan yang lebih ramah lingkungan. Kemampuan mesin A320neo dikenal memiliki mesin yang lebih irit 20 persen bahan bakar dan lebih sedikit mengeluarkan emisi. Mesin dalam armada ini juga dirancang bisa mengurangi suara bising hingga 75 persen, sehingga kabin jadi lebih senyap.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
