
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Pelepasan Peti Kemas Ekspor Vacuum Cleaner Ke-600 PT. Selaras Donlim Indonesia (SDI) di Bogor, Senin (20/12)
JawaPos.com – Seiring dengan berkembangnya era Industri 4.0, permintaan cip semikonduktor terus bertumbuh. Kebutuhan tersebut datang dari berbagai sektor industri.
Karena itu, Indonesia dan Jerman sepakat meningkatkan investasi di bidang industri berteknologi tinggi dan membuka peluang untuk mengembangkan pabrik semikonduktor di tanah air. "Kami melihat, permintaaan semikonduktor yang meningkat ini merupakan peluang investasi yang strategis. Indonesia perlu merebut peluang tersebut," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta Sabtu (18/6).
Menurut Agus, pengembangan industri semikonduktor di tanah air dapat diakselerasi. Misalnya, bergabung dalam ekosistem industri semikonduktor dunia dan memasuki rantai pasok cip global.
"Upaya itu dapat dilakukan melalui kerja sama dengan negara pemain cip global. Salah satunya adalah Jerman," ungkapnya.
Melalui pertemuan pada kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier, Indonesia dan Negeri Panser sepakat meningkatkan investasi di bidang industri berteknologi tinggi.
Komitmen itu akan dilakukan PT Infineon Technologies Batam untuk peningkatan investasi EUR 35,37 juta (Rp 569,3 miliar). Dengan begitu, kapasitas bisa bertambah menjadi 65 juta per minggu pada 2025.
Penggelontoran dana bakal bertambah menjadi EUR 83,57 juta (Rp 1,3 triliun) untuk kapasitas 150 juta per minggu sampai 2030. PT Infineon Technologies Batam merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri semikonduktor.
PMA (penanaman modal asing) asal Jerman itu berinvestasi di Indonesia sejak 1996. Kapasitas produksi pada 2020 mencapai 15 juta piece per minggu dan meningkat menjadi 22 juta pcs per minggu pada tahun lalu.
Salah satu sektor yang cukup kerepotan dengan kelangkaan semikonduktor adalah otomotif. Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala menyampaikan, krisis cip menghambat proses distribusi beberapa model motor dari pihak produsen ke konsumen.
"Tapi, tidak semua model motor terimbas secara langsung oleh kelangkaan cip semikonduktor," tuturnya.
Menurut dia, para produsen motor saat ini berusaha menyelesaikan persoalan tersebut agar produksi dapat kembali normal dan kebutuhan konsumen terpenuhi.
MARKET SHARE PRODUKSI SEMIKONDUKTOR (5 TERTINGGI)
Perusahaan | Asal | Negara Pangsa Pasar
TSMC | Taiwan | 53,1%
Samsung | Korsel | 17,1%
UMC | Taiwan | 7,3%
GlobalFoundries | Amerika Serikat | 6,1%
SMIC | Tiongkok | 6%
Sumber: Trendforce

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
