Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Februari 2022 | 00.11 WIB

Duh, Perang Rusia-Ukraina Bisa Bikin Harga Mie Instan dan Roti Mahal

Pemerintah membagikan Indomie ke jeruji-jeruji besi, di mana para narapidana diizinkan untuk membeli mie instan, dan makanan ringan lainnya, dengan uang yang diperoleh dari melakukan pekerjaan di balik jeruji besi - Image

Pemerintah membagikan Indomie ke jeruji-jeruji besi, di mana para narapidana diizinkan untuk membeli mie instan, dan makanan ringan lainnya, dengan uang yang diperoleh dari melakukan pekerjaan di balik jeruji besi

JawaPos.com - Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina akan mempengaruhi perekonomian negara-negara di dunia. Termasuk terkait rantai pasok bahan makanan yang banyak didatangkan dari Ukraina.

Misalnya, Indonesia sendiri masih mengandalkan Ukraina sebagai negara pemasok gandum. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut, harga gandum sendiri saat ini sudah naik sebesar 13 persen dalam sebulan terakhir akibat konflik tersebut.

Efek dari kelangkaan gandum atau terganggunya rantai pasok gandum ini bisa mempengaruhi berbagai variabel. Bhima mengatakan lebih jauh, produsen makanan dan minuman yang berbahan dasar gandum akan melakukan berbagai cara untuk memangkas biaya produksi.

Atau pilihan lainnya, dapat meneruskan kenaikan harga gandum kepada konsumen. "Artinya mie instan, roti, harganya akan lebih mahal, apakah dalam jangka waktu pendek atau jangka waktu lebih panjang lagi. Yang jelas akan terjadi penyesuaian harga di level konsumen," kaya Bhima saat dihubungi oleh JawaPos.com, Jumat (25/2).

Persoalannya, kata Bhima, tidak semua konsumen siap dengan kenaikan harga. Sekalipun kenaikannya sebesar Rp 500 hingga Rp 1000 untuk mie instan.

"Kebanyakan masyarakat menengah ke bawah yang akan terdampak," imbuhnya.

Para produsen olahan gandum, kata Bhima, dapat mencari cara atau alternatif pemasok gandum lain selain Ukraina. Misalnya saja dari Australia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Menurutnya, perlu segera diadakan kontrak jangka panjang agar pasokan dan stabilitas harganya bisa terjamin.

Bhima meminta agar pemerintah melalui Bulog dapat membantu atau memfasilitasi para importir untuk mencari negara-negara yang siap memasok gandum selain Ukraina. Kemendag juga diharapkan memfasilitasi para importir gandum ini untuk bisa mengamankan harga.

"Karena gandum sudah jadi kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia," tegasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore