
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1). (Setpres).
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan di balik langkah pemerintah mempercepat capaian swasembada pangan pada akhir 2025. Menurut Prabowo, kemandirian pangan bukan sekadar target ekonomi, melainkan fondasi utama bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa.
“Tidak ada bangsa yang merdeka bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya. Dan awalnya adalah swasembada beras, karena beras adalah makanan pokok kita,” ujar Prabowo dalam Taklimat Awal tahun di Hambalang, seperti dipantau dalam Akun Youtube Setpres, Selasa (6/1).
Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa konsep swasembada pangan tidak boleh dimaknai secara sempit hanya pada beras. Swasembada pangan, kata dia, mencakup seluruh sumber karbohidrat dan protein yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang dikatakan swasembada pangan adalah tidak hanya beras. Beras, jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus swasembada protein,” tegasnya.
Lebih jauh, Prabowo menjelaskan bahwa kemandirian pangan harus berjalan seiring dengan swasembada energi. Ketergantungan pada negara lain, baik untuk pangan maupun energi, dinilai akan menghambat Indonesia keluar dari kemiskinan dan mencapai kemakmuran.
“Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur. Tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” jelasnya.
Prabowo juga menilai, strategi mempercepat swasembada pangan justru semakin relevan jika melihat dinamika global saat ini. Konflik geopolitik yang terus bermunculan membuat ketergantungan impor pangan menjadi sangat berisiko.
Ia mencontohkan, selama ini Indonesia mengimpor beras dari negara-negara seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Namun, situasi di kawasan tersebut kerap diwarnai konflik yang belum sepenuhnya stabil.
“Sekarang Thailand sama Kamboja perang terus. Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, meletus lagi, meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan, amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik?” ungkap Prabowo.
Selain itu, sumber pangan Indonesia juga berasal dari India, yang saat ini tengah terlibat ketegangan dengan Pakistan. Kondisi tersebut semakin mempertegas urgensi kemandirian pangan nasional.
Prabowo juga mengingatkan pengalaman pahit saat pandemi Covid-19, ketika banyak negara menutup keran ekspor pangan. Dalam situasi tersebut, Indonesia kesulitan mengimpor bahan makanan meski memiliki kemampuan finansial.
Berkaca dari berbagai pengalaman dan kondisi global tersebut, Prabowo menegaskan bahwa percepatan swasembada pangan dan energi merupakan pilihan strategis yang tidak bisa ditunda.
"Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang, dan impor berarti devisa kita keluar," katanya.
"Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri,” pungkas Prabowo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022