
Ilustrasi sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang bersinergi dengan Swiss German University (SGU) mengirimkan puluhan produk UMKM atau IKM asli Kabupaten Tangerang ekspor ke luar negeri. Produk UKM dan IKM Tangerang dipamerkan di Dubai dan Busan, Korea Selatan.
Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, keberhasilan mengekspor produk UMKM ke dua pasar luar negeri tersebut, karena program Inkubator Bisnis dan Teknologi Digital Marketing Center (IBT DMC). Program ini didanai oleh Pemkab Tangerang dan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan dan Kebudayaan.
“Inkubator ini membantu pelaku UMKM/IKM menembus pasar skala nasional maupun skala global Internasional. Para pelaku UMKM/IKM didampingi dalam mencari pembeli atau pasar, pelatihan digital marketing, pendampingan manajemen dan bisnis, pendampingan pengurusan sertifikat halal, BPOM dan SNI,” kata Bupati Kabupaten Tangerang Ahmad Zaki Iskandar dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).
Ahmed Zaki mengungkapkan, setidaknya sudah terfasilitasi 15 izin BPOM, 50 sertifikasi halal, fasilitasi merek dagang 5 UMKM, sampai berhasi membuatkan website untuk 50 UMKM atau IKM. Pada program ini pelaku UMKM atau IKM juga didampingi dalam menaruh produk di platform online.
“Dalam waktu setahun, sejak program inkunasi dimulai pertengah 2020 dimulai, program kolaborasi ini telah sukses mengantarkan produk UMKM Kabupaten Tangerang ke luar negeri,” tuturnya.
Ahmed Zaki menyebut, salah satu produk unggulan di Kabupaten Tangerang adalah produk makanan, merchandise, tas, sepatu, kaos sampai baju. Harapannya, ke depan Swiss German University bisa terus membangun kapasitas dan volume UMKM/IKM Kabupaten Tangerang.
Dia berharap program kolaborasi ini jangan puas setelah berhasil mengekspor produk UMKM Kabupaten Tangerang di Dubai dan Korea Selatan saja. Harus ada pasar lain yang menjadi proyeksi dari produk UMKM Tangerang.
"Jangan berhenti si sini, tahun depan semoga lebih banyak dan sempurna lagi produknya, supaya bisa bersaing dan menggaet pasar seluasnya di dunia internasional.
Selain itu, Ahmed Zaki menjelaskan ada lima poin penting dalam pengembangan produk UKM dan IKM. Pertama, mampu meningkatkan keterampilan dan inovatif, pertahankan kualitas dan produk dengan branding supaya lebih menarik perhatian pasar, efisiensi biaya operasional dan pemanfaatan teknologi produksi, diversifikasi produk utukkolaborasi pemasaran, dan terakhir, perkuat strategi digital marketing dan online di dalam dan luar negeri.
Sementara, Rektor Swiss German University Filiana Santoso mengaku bangga terlibat dalam program kolaborasi akademisi, bisnis dan government (ABG) ini. Menurutnya, dengan berhasil mengekspor artinya produk UMKM/IKM Kabupaten Tangerang berkualitas.
"Langkah produk UMKM Tangerang go export itu semakin nyata dan semakin dekat. Terima kasih teman-teman IKM dan UMKM, produknya luar biasa," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
