Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 November 2021 | 02.24 WIB

Pemkab Tangerang Bawa Produk UMKM Ke Dubai dan Korsel

Ilustrasi sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Humas Pemkot Surabaya/Antara - Image

Ilustrasi sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Humas Pemkot Surabaya/Antara

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang bersinergi dengan Swiss German University (SGU) mengirimkan puluhan produk UMKM atau IKM asli Kabupaten Tangerang ekspor ke luar negeri. Produk UKM dan IKM Tangerang dipamerkan di Dubai dan Busan, Korea Selatan.

Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, keberhasilan mengekspor produk UMKM ke dua pasar luar negeri tersebut, karena program Inkubator Bisnis dan Teknologi Digital Marketing Center (IBT DMC). Program ini didanai oleh Pemkab Tangerang dan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan dan Kebudayaan.

“Inkubator ini membantu pelaku UMKM/IKM menembus pasar skala nasional maupun skala global Internasional. Para pelaku UMKM/IKM didampingi dalam mencari pembeli atau pasar, pelatihan digital marketing, pendampingan manajemen dan bisnis, pendampingan pengurusan sertifikat halal, BPOM dan SNI,” kata Bupati Kabupaten Tangerang Ahmad Zaki Iskandar dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).

Ahmed Zaki mengungkapkan, setidaknya sudah terfasilitasi 15 izin BPOM, 50 sertifikasi halal, fasilitasi merek dagang 5 UMKM, sampai berhasi membuatkan website untuk 50 UMKM atau IKM. Pada program ini pelaku UMKM atau IKM juga didampingi dalam menaruh produk di platform online.

“Dalam waktu setahun, sejak program inkunasi dimulai pertengah 2020 dimulai, program kolaborasi ini telah sukses mengantarkan produk UMKM Kabupaten Tangerang ke luar negeri,” tuturnya.

Ahmed Zaki menyebut, salah satu produk unggulan di Kabupaten Tangerang adalah produk makanan, merchandise, tas, sepatu, kaos sampai baju. Harapannya, ke depan Swiss German University bisa terus membangun kapasitas dan volume UMKM/IKM Kabupaten Tangerang.

Dia berharap program kolaborasi ini jangan puas setelah berhasil mengekspor produk UMKM Kabupaten Tangerang di Dubai dan Korea Selatan saja. Harus ada pasar lain yang menjadi proyeksi dari produk UMKM Tangerang.

"Jangan berhenti si sini, tahun depan semoga lebih banyak dan sempurna lagi produknya, supaya bisa bersaing dan menggaet pasar seluasnya di dunia internasional.

Selain itu, Ahmed Zaki menjelaskan ada lima poin penting dalam pengembangan produk UKM dan IKM. Pertama, mampu meningkatkan keterampilan dan inovatif, pertahankan kualitas dan produk dengan branding supaya lebih menarik perhatian pasar, efisiensi biaya operasional dan pemanfaatan teknologi produksi, diversifikasi produk utukkolaborasi pemasaran, dan terakhir, perkuat strategi digital marketing dan online di dalam dan luar negeri.

Sementara, Rektor Swiss German University Filiana Santoso mengaku bangga terlibat dalam program kolaborasi akademisi, bisnis dan government (ABG) ini. Menurutnya, dengan berhasil mengekspor artinya produk UMKM/IKM Kabupaten Tangerang berkualitas.

"Langkah produk UMKM Tangerang go export itu semakin nyata dan semakin dekat. Terima kasih teman-teman IKM dan UMKM, produknya luar biasa," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore