Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 November 2021 | 22.33 WIB

Angkutan Logistik Terkerek Kegiatan Ekspor–Impor yang Mulai Kencang

OPTIMISTIS: CEO BSA Logistics Thomas Wenas (kiri) berbincang dengan CFO BSA Logistics Hendri S Setiawan di Kantor Pusat BSA di Cakung, Cilincing, Jakarta Timur, Sabtu (13/11). - Image

OPTIMISTIS: CEO BSA Logistics Thomas Wenas (kiri) berbincang dengan CFO BSA Logistics Hendri S Setiawan di Kantor Pusat BSA di Cakung, Cilincing, Jakarta Timur, Sabtu (13/11).

JawaPos.com - Aktifitas perdagangan Indonesia terus menunjukkan performa yang meningkat pada tahun ini. Kegiatan ekspor hingga Agustus 2021 terakselerasi hingga mencapai USD 21,42 miliar, meningkat 64,10 persen (yoy). Nilai tersebut sekaligus tercatat sebagai rekor tertinggi baru bagi ekspor Indonesia, menembus rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah terjadi sebelumnya pada Agustus 2011 yang sebesar USD 18,60 miliar.


Sementara impor juga juga naik cukup tinggi, bila dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, peningkatan impor tersebut memberikan sinyal positif karena menandakan adanya geliat industri dalam negeri. Hal ini kembali menumbuhkan optimisme yang tinggi bagi para pelaku usaha di sektor logistik yang tahun lalu sempat terpuruk.  Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyebutkan pertumbuhan bisnis logistik di masa pandemi bisa mencapai lebih dari 30 persen pertahun.


CEO BSA Logistics Thomas Wenas menjelaskan saat ini pihaknya mulai banyak melayani kegiatan logistik kertas, crude palm oil (CPO), bio diesel, angkutan log, dan pupuk. Angkutannya ada yang di daerah pedalaman dan ada juga yang di perkotaan. “Dengan intensitas kerja yang padat, kami harus pastikan armada selalu fit, memiliki engine yang andal, dan irit bahan bakar. Sebab, BBM berkontribusi sekitar 30-40 persen dari biaya logistik,” paparnya. 


Sebagai perusahaan logistik, operasional mereka harus efisien agar bisa memberikan harga yang kompetitif bagi konsumen. Bukan hanya untuk mendukung perdagangan di dalam negeri, BSA Logistics juga mendukung kegiatan ekspor impor. “Saat ini kegiatan angkutan logistik untuk ekspor impor mulai kencang, dan berlangsung 24 jam sehari. Karena itu, armada yang prima sangat dibutuhkan,” cetusnya.  


Perseroan yang berdiri tahun 1992 ini saat ini memiliki sekitar 400-an unit armada. Dari jumlah tersebut sekitar 40-50 persen di antaranya Isuzu. Thomas mengatakan, pelaku bisnis logistik membutuhkan kendaraan yang memiliki mesin yang kuat namun juga tidak boros bahan bakar.”Kita juga butuh dukungan suku cadang yang memadai, dan servis yang baik. Sehingga, memudahkan jika sewaktu-waktu butuh perawatan dan perbaikan,” sebutnya. 


Untuk mendukung kelancaran operasional perseroan, pihaknya memilih kontrak servis dengan pabrikan. Tujuannya, agar ada armada yang mengalami kerusakan bisa langsung ditangani.”Perbaikan bisa dilakukan di bengkel diler atau pihak Isuzu yang mendatangi unit yang butuh diservis.Kalau butuh bantuan tenaga mekanik mereka juga bisa dihubungi lewat telepon,” ungkap CFO BSA Logistics Henri S Setiawan. 


After Sales Service Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Budhi Prasetyo mengatakan, pihaknya selalu berusaha menyediakan kebutuhan suku cadang di setiap area berdasarkan data history permintaan customer kepada outlet-outlet Isuzu di daerah. “Waktu tunggu untuk pengiriman ke daerah tergantung ketersediaan ekspedisi. Bahkan biasanya kami pernah kirimkan suku cadang dengan pesawat terbang,” tuturnya.  


Membaiknya bisnis di industri alat angkutan ini diakui oleh General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril. Dia mengatakan, secara umum terjadi peningkatan penjualan di tiga bulan terakhir ini. Dikatakan, total penjualan kendaraan komersial Isuzu sampai dengan Oktober 2021 sebanyak 19.600 unit dengan pencapaian pangsa pasar sampai dengan September 2021 sebesar 24,1 persen.


Attias memperkirakan hingga akhir tahun ini akan terjadi kenaikan penjualan sebesar 60 persen di atas penjualan tahun lalu. Karena itu, Isuzu tetap fokus pada sektor logistik, transportasi, dan komoditas yang bertumbuh sangat signifikan. Pihaknya juga terus memperluas jaringan pelayanan after sales service. 


“Saat ini Isuzu memiliki jaringan part shop sebanyak 2.403 unit, mini depo 12 unit, bengkel mandiri Isuzu sebanyak 66 unit, dan 145 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) yang tersebar di Sumatera, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi,” sebutnya.   

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore