Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 September 2021 | 23.32 WIB

Aplikasi ini Permudah Toko Kelontong 'Kulakan' dan Atur Cash Flow

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pemerintah mulai membuka kegiatan masyarakat termasuk sejumlah bisnis seperti toko kelontong, pedagang, hingga usaha kecil sejenis. Kondisi ini tentu mendorong pelaku UMKM untuk kembali mempersiapkan persediaan stok dagangan. Meski di tengah keterbatasan ruang gerak, kini UMKM dapat lebih mudah menjangkau toko grosir melalui teknologi digital.

CEO dan Co-Founder CrediBook Gabriel Frans menjelaskan, pihaknya meluncurkan CrediMart yaitu toko grosir online berbasis website untuk membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan stok barang dagangan sehari-hari. Para pelaku usaha dapat berbelanja grosir secara online dan akan diantarkan ke lokasi pemesan 1 x 24 jam setelah pesanan dilakukan.

Menurutnya, platform tersebut untuk menghilangkan hambatan pada proses pengadaan stok barang dagang para pelaku UMKM. Sebab, kata dia, pencatatan keuangan, UMKM seperti toko dan warung juga menghadapi hambatan dalam pengadaan stok barang dagang, seperti jauhnya jarak ke pusat grosir, repot membawa barang belanjaan, dan metode pembayaran yang harus tunai.

"Akibatnya, stok barang dagang di toko atau warung jadi tidak lengkap. Ini berpotensi mengurangi penjualan mereka. Sehingga kami hadirkan CrediMart, toko grosir online agar UMKM bisa belanja stok barang dagang tanpa harus meninggalkan lokasi usaha," ujarnya dalam keterangannya, Senin (6/9).

Ia mengungkapkan, platform tersebut dilengkapi dengan cara pembayaran yang fleksibel mulai dari tunai, Cash on Delivery (COD), hingga skema jatuh tempo. Skema bayar jatuh tempo (buy now pay later) untuk memudahkan pemilik usaha mengelola cash flow (arus kas) UMKM.

"Cara bayar ini tentu sulit didapatkan apabila belanja langsung ke toko grosir konvensional. Di CrediMart, toko atau warung dengan riwayat pembayaran yang baik dapat menikmati fasilitas cara bayar jatuh tempo ini," ungkapnya.

Dalam menjalankan operasionalnya, lanjutnya, platform ini berkolaborasi dengan toko grosir konvensional. Pihaknya berperan sebagai sales bagi rekan grosirnya di ranah online. Sehingga, pihakmya mendigitalisasi transaksi yang selama ini dilakukan secara fisik atau tatap muka oleh toko grosir dengan pemilik usaha.

Selain itu, pihaknya juga membuat Aplikasi CrediStore yang menyediakan fasilitas toko online gratis untuk para penggunanya. Menurutnya, bagi UMKM, berjualan lewat online adalah hal yang susah-susah gampang. Tidak semua bisa membuat website toko online sendiri karena cukup rumit. Alternatifnya, mereka berjualan di media sosial.

"Namun, kami menemukan banyak pelaku UMKM kesulitan mengelola pesanan pelanggan online karena media sosial memang tidak menyediakan fitur jual-beli. CrediStore kami hadirkan untuk membantu UMKM membuat toko online dan mengelola pesanan online dengan mudah," tuturnya.

Ia menjelaskan, setelah mengunduh dan registrasi, pengguna akan diminta untuk memberikan nama toko online-nya. Keterangan tentang produk yang dijual, seperti foto produk, deskripsi, dan harga jual, juga harus dilengkapi oleh pengguna. Pengguna selanjutnya mendapatkan tautan (link) toko online-nya yang dapat dilampirkan ke berbagai saluran media sosial, seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, Line, Telegram, dan lainnya.

Seluruh pesanan akan masuk dalam dashboard aplikasi CrediStore sehingga pengguna dapat memantau pesanan di satu aplikasi saja tanpa harus secara manual membuka masing-masing media sosial. Untuk menjaga keamanan, aplikasi CrediStore didukung dengan sistem keamanan one-time password (OTP) untuk memperkuat autentikasi saat pengguna membuat toko online-nya. OTP juga diterapkan untuk verifikasi pesanan yang dilakukan oleh pelanggan online.

Tersedia di Google Play Store dan Apple App Store, CrediStore dapat digunakan oleh beragam sektor UMKM, mulai dari toko kelontong, agen pulsa, laundry, makanan dan minuman, hingga ke sektor jasa. "Tidak ada alasan lagi bagi UMKM Indonesia untuk tidak memanfaatkan internet dalam berjualan. Mulai dari tools yang memudahkan berjualan online hingga pasar yang besar, semuanya ada di Indonesia. Angka transaksi online di Indonesia bahkan menyentuh angka 23,66 triliun. Jangan sampai UMKM melewatkan momentum ini," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore