Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 16.33 WIB

Pusat Transformasi Bersama Freeport Kurangi Sampah Dibuang ke TPA

Peresmian Pusat Transformasi Bersama (PTB) yang dibangun PT Freeport Indonesia di Gresik bekerja sama dengan Yayasan Takmir Masjid Manyar (Yatamam).


JawaPos.com
– Implementasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (environment, social, and governance/ESG) menjadi semakin penting. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memandang, hilirisasi dengan menerapkan prinsip ESG tentu harus didorong di setiap perusahaan tambang.

’’Dari mulai proses pertambangannya, penggunaan energi terbarukan pada proses smelting dan pasokan listrik di kawasan industri pemurnian itu harus dilakukan. Jadi opsinya ada dua. Pertama, kalau mendorong hilirisasi ya penggunaan listriknya dari PLN transmisinya. Kedua, BUMN holdingnya harus membangun pembangkit listrik yang lebih bersih di kawasan industri,’’ ujarnya kepada Jawa Pos, Kamis (7/9).

Bhima mengingatkan, menjalankan prinsip ESG harus dilakukan dari hulu ke hilir. Dia mencontohkan dengan pengolahan limbah smelter. ’’Di beberapa lokasi pemurnian ada juga yang dikeluhkan bahwa limbahnya dibuang ke laut dan mencemari sungai,’’ imbuh dia.

Keberadaan fasilitas pengolahan limbah smelter tentu menjadi vital. Seperti yang dilakukan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang memiliki Pusat Transformasi Bersama (PTB) di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Fungsi utama fasilitas PTB sebagai pengalihan sampah daur ulang sementara untuk smelter.

PTB mengupayakan pemulihan material melalui konsep daur ulang, sehingga dapat mengurangi sampah anorganik yang dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sejalan dengan itu, prinsip ESG juga menekankan pada dampak sosial yang timbul kepada masyarakat sekitar. Bhima menyebut serapan tenaga lokal harus bisa lebih banyak dibandingkan tenaga asing.

’’Apalagi sudah bertahun-tahun kita memasuki fase hilirisasi, tentunya tidak perlu lagi banyak menggandeng tenaga kerja asing. Tata kelola semua dari hulu ke hilir juga harus transparan, itu bisa dilakukan oleh holding BUMN tambang. Karena ESG itu jadi environmentnya bisa dapat, socialnya dapat juga, governancenya pun tetap dapat,’’ jelasnya.

Executive Vice President Corporate Planning & Business Strategy PTFI Horst Garz menitikberatkan dukungan perusahaan terhadap prioritas komunitas Gresik dalam pengelolaan limbah. ’’PTFI bangga dapat menjadi bagian dari upaya keberlanjutan ini. Keberadaan fasilitas PTB akan mendukung visi dan misi masyarakat Gresik dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab melalui 3R (reuse, reduce, dan recycle) sekaligus mengambil peran dalam ekonomi sirkular,’’ ujarnya.

Baca Juga: Bandara Juanda Relokasi Terminal Kedatangan Dua Maskapai

Limbah-limbah dari smelter itu bisa dimanfaatkan kembali. Dalam proses pengelolaannya, kapasitas PTB itu diestimasikan dapat menerima 10-15 truk besar setiap hari. PTB tersebut juga melibatkan ekonomi lokal. UMKM, Bank Sampah, dan delapan BUMDes di Manyar akan menjadi prioritas. ’’PTB yang diinisiatori PT Freeport Indonesia akan dilakukan berkelanjutan serta bisa dijadikan contoh bagi perusahaan-perusahaan lain,’’ tutur Horst.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore