
BUAH KOLABORASI: Karyawan BBI memperlihatkan cara kerja mesin diesel di hadapan media dan rombongan Menteri BUMN Rini M. Soemarno kemarin. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah terus mendorong BUMN untuk merealisasikan national capacity building (NCB) pada mesin nasional. Karena itu, PT Boma Bisma Indra (BBI) menggandeng perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Doosan Infracore, dalam memproduksi mesin diesel. Tepatnya, mesin diesel yang sarat komponen lokal.
Direktur Utama BBI Yoyok Hadi Satriyono bertekad memperkuat posisi perusahaannya dalam bisnis mesin nasional. Yakni, mesin diesel dan mesin gas.
Bersama Doosan lnfracore, dia bakal mengembangkan bisnis mesin. Lewat transfer for technology (TFT), mereka mendesain sendiri mesin yang dimaksud. Kerja sama pun berlangsung dari tahap awal sampai final.
''Dalam upaya membangun industri engine nasional, ada beberapa tahap yang akan dilalui. Semi knock down, assembly, knock down, dan lokalisasi,'' kata Yoyok di sela launching mesin diesel produksi bersama BBI dan Doosan Infracore, Rabu (21/8).
Semula, dua pihak menetapkan target produksi pada 2025. Tetapi, target itu lantas dimajukan setahun. ''Selain meningkatkan local content, kami secara pararel juga mengembangkan mesin berbahan bakar biodiesel. Saat ini sudah bisa B30,'' jelas Yoyok.
Nanti BBI dan Doosan Infracore akan mengembangkan mesin berbahan bakar B60. Tahap selanjutnya ialah mesin yang bahan bakarnya B100 atau CPO.
Kemarin BBI juga meneken kerja sama dengan sembilan BUMN. Mereka adalah pengguna mesin diesel produksi BBI dan Doosan Infracore.
Ada PT Industri Kapal Indonesia, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahar, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, dan PT PAL. Juga PT Kereta Api Indonesia, PT PINDAD, PT Barata Indonesia, PT Industri Kereta Api, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengimbau seluruh BUMN yang terlibat dalam kerja sama tersebut saling bersinergi. ''Sehingga nanti semua komponen bisa dibuat di Indonesia,'' katanya.
Tahap akhir dari TFT adalah lokalisasi komponen. Yakni, menggunakan sebanyak-banyaknya komponen dari dalam negeri. Pembuatan mesin-mesin diesel itu bakal membutuhkan sekitar 5.000 komponen.
''Indonesia memiliki banyak tambang bauksit. Hanya bagaimana hilirisasi dari bahan baku tambang sampai ke produk akhir. Jadi, pada 2024 nanti sudah ada engine buatan Indonesia,'' tutur Rini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
