
Ilustrasi kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama peiode 2010-2018. Data BPS menunjukkan adanya peningkatan IPM. Itu artinya, terjadi peningkatan pada kualitas hidup orang Indonesia.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, statistik IPM merupakan hal penting untuk mengukur seberapa jauh program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah bisa memberi dampak pada kualitas hidup manusianya.
Pencapaian pembangunan manusia dapat diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Sedangkan untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, ada dua aspek yang diperhatikan, yakni kecepatan dan status pencapaian.
"Secara umum, pembangunan manusia Indonesia terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2018. IPM Indonesia meningkat dari 66,53 pada tahun 2010 menjadi 71,39 pada tahun 2018. Selama periode tersebut, IPM Indonesia rata-rata tumbuh sebesar 0,88 persen per tahun dan meningkat dari level sedang menjadi tinggi mulai tahun 2016. Pada periode 2017-2018, IPM Indonesia tumbuh 0,82 persen," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/4).
Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan, jika dirinci dalam tiga aspek esensialnya, umur harapan hidup (UHH) saat lahir yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat.
Selama periode 2010 hingga 2018, Indonesia berhasil meningkatkan UHH saat lahir sebesar 1,39 tahun atau tumbuh sebesar 0,25 persen. "Pada tahun 2010, UHH saat lahir di Indonesia hanya sebesar 69,81 tahun dan pada 2018 naik menjadi 71,20 tahun," ungkapnya.
Dari aspek pengetahuan, ada dua indikator, yaitu harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas. Selama periode 2010-2018, harapan lama sekolah di Indonesia telah meningkat sebesar 1,62 tahun, sementara itu rata-rata lama sekolah bertambah 0,71 persen.
Terakhir, dari dimensi standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita. Pada 2018, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia mencapai Rp 11,06 juta per tahun.
"Selama delapan tahun terakhir, pengeluaran per kapita masyarakat meningkat sebesar 2 persen per tahun," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
