
Presiden Joko Widodo
JawaPos.com - Dalam acara syukuran hari lahir Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di kediaman mantan petinggi Partai Golkar Akbar Tandjung, Presiden Joko Widodo terang-terangan menyampaikan alasannya memilih fokus membangun infrastruktur.
Keputusan mantan wali kota Solo itu memang kerap diperdebatkan, apalagi menjelang pemilihan presiden yang kedua kalinya bagi Jokowi. Sebab infrastruktur tak langsung memberi dampak jangka pendek kepada rakyat.
"Tadi juga disinggung infrastruktur, karena yang sering dibicarakan masyarakat yang gede-gede, baik itu pelabuhan besar, airport baru, jalan tol, yang sebetulnya infrastruktur yang kecil-kecil juga," kata Jokowi di Jakarta, Selasa (5/2).
"Jalan tol, karena ada yang menyampaikan, 'Pak, kami tidak setuju dengan jalan tol. Kami tidak makan jalan tol.' Memangnya yang suruh makan jalan tol siapa?" lanjutnya.
Sejak awal memerintah pada 2014, Presiden Joko Widodo memilih untuk fokus membangun infrastruktur. Namun, ada anggaran yang harus dikorbankan di awal, yakni anggaran subsidi.
Dia membeberkan, sejak Indonesia merdeka hanya 780 kilometer jalan tol yang terbangun, termasuk Tol Jagorawi. Hal ini menjadi aneh, sebab infrastruktur adalah sebuah fondasi untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain.
"Ini pasti ada yang salah. Saya sampaikan, tidak bisa tidak harus dikejar sebagai fondasi dengan negara lain. Dan sampai saat ini 2018 akhir sudah selesai bangun yaitu 782 kilometer selama 4 tahun," ujarnya.
Jokowi pun bertekad bakal menyelesaikan target pembangunan jalan hingga 1.854 kilometer tahun ini. Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur akan tetap berjalan dengan sisa tahun anggaran yang ada.
"Meskipun jauh (dari target, Red) 2.080 kilometer, kita harus mengejar angka yang lebih baik. Tahapan infrastruktur tetap berjalan," jelasnya.
Dia juga menyampaikan bahwa yang dibangun selama masa pemerintahannya ini bukan hanya proyek gede-gedean saja. Tetapi sampai ke desa-desa. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di desa juga begerak melalui adanya program dana desa.
"Lewat dana desa, dan desa ini membangun jalan-jalan besar. Telah dibangun 191 ribu kilometer jalan di desa-desa. Irigasi 85.000 unit di desa-desa," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
