Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 21.40 WIB

Hutama Karya Raup Pendapatan Rp 12,48 Triliun pada Semester I 2023, Tumbuh 54 Persen

PT Hutama Karya (Persero) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah memberlakukan tarif baru pada Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar. (ISTIMEWA)

JawaPos.com - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) secara resmi telah merilis kinerja keuangan pada semester I 2023 dengan meraup laba bersih senilai Rp 33,73 miliar. Angka ini jauh lebih baik jika dibandingkan periode Juni 2022 yang masih membukukan rugi Rp 660 Miliar.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, mengatakan bahwa berdasarkan laporan keuangan unaudited, selain mencetak laba bersih pada semester I 2023, Hutama Karya juga mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan, EBITDA, hingga aset perusahaan.

Pendapatan perusahaan dibukukan senilai Rp 12,48 triliun atau meningkat 54 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan total aset perusahaan mengalami kenaikan sebesar 14,6 persen menjadi Rp 146,58 triliun (yoy).

Perusahaan juga membukukan realisasi pada EBITDA sebesar Rp 1,97 triliun atau mengalami kenaikan 38 persen dari target Semester I 2023 sebesar Rp 1,42 triliun. "Pencapaian ini sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi, khususnya yang berkontribusi pada pertumbuhan trafik di ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Salah satu penyumbang pendapatan terbesar adalah sektor jasa konstruksi jalan tol yang berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 8,16 triliun," kata Eka Setya Adrianto dalam keterangan tertulis, Rabu (2/8).

Dia menjelaskan, pencapaian ini menunjukkan kinerja yang positif bagi Hutama Karya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan meningkatkan kinerja perusahaan di tengah perbaikan kondisi ekonomi yang mendukung pertumbuhan sektor infrastruktur, terutama di JTTS.

Selain itu, Hutama Karya juga berhasil mencatat pertumbuhan ekuitas sebesar 59 persen (yoy) atau sebesar Rp 85,91 triliun. Lalu terjadi penurunan sebesar 18 persen (yoy) pada liabilitas perusahaan, yang kini mencapai Rp 13,13 triliun.

Adri mengatakan, kenaikan ekuitas ini dapat dijelaskan oleh dua faktor utama. Pertama, pada akhir tahun 2022, perusahaan berhasil menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) yang berkontribusi pada peningkatan ekuitas.

"Kedua, pencapaian laba bersih yang berhasil dibukukan pada Juni 2023 menunjukkan perbaikan signifikan dari periode Juni 2022 yang masih mengalami kerugian,” jelas Adri.

Keberhasilan Hutama Karya dalam meningkatkan ekuitas dan mengurangi liabilitasnya menandakan kinerja yang positif dan keberlanjutan perusahaan dalam mengelola keuangan dengan baik. Hal ini mencerminkan upaya perusahaan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan serta kemampuannya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan industri.

"Pencapaian ini juga tak lepas dari transformasi dan perbaikan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan, salah satunya melalui penyelesaian kerjasama investasi dengan INA untuk pengelolaan dua ruas JTTS yakni Tol Medan–Binjai dan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore