Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Desember 2017 | 02.32 WIB

Bisnis Homestay Panen Tamu Libur Natal dan Tahun Baru

ILUSTRASI: Deretan homestay di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. - Image

ILUSTRASI: Deretan homestay di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

JawaPos.com - Datangnya musim libur panjang menjadi berkah yang dirasakan banyak kalangan. Seperti bagi para pebisnis, baik kuliner, penginapan, maupun tempat oleh-oleh. Hal itu juga dirasakan oleh pemilik homestay yang meraup pendapatan dari banyaknya wisatawan yang berkunjung saat libur Natal dan tahun baru.


Hal itu dirasakan oleh pemilik homestay yang berada di kawasan tujuan wisata, seperti Malang dan Kota Batu. Meskipun cukup banyak hotel yang berada di sekitar lokasi wisata, tidak sedikit yang lebih memilih untuk menginap di homestay. Selain karena lebih efisien, fasilitas yang ditawarkan pun layaknya seperti di rumah sendiri.


Tidak heran jika homestay banyak dipesan mulai pertengahan bulan lalu hingga awal tahun baru 2018. Salah satu pemilik homestay, Maman Adi Saputra mengatakan, homestay miliknya sudah penuh sejak 15 Desember lalu. "Rumah di lingkungan sini memang homestay semua, ada paguyubannya," kata Maman di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Selasa (26/12).


Pemilik homestay Syariah Elang itu menyampaikan, rata-rata pemilik homestay menaikkan tarif sewa selama musim libur panjang ini. Meskipun begitu, masih banyak tamu yang mem-booking penginapan itu untuk berlibur. Padahal, harga yang dinaikkan tidak main-main. Yakni mencapai 100 persen dari hari biasa.


"Kalau biasanya yang pasang tarif Rp 600 ribu per malam, sekarang ditawarkan Rp 1,2 juta. Kalau yang rumahnya bagus-bagus ditawarkannya lebih dari itu, " kata Maman. Fasilitas yang diberikan oleh para pemilik homestay pun rata-rata sama. Yakni, tempat tidur dan peralatan masak, mie instan serta televisi.


"Selain itu juga diberi susu sapi, karena desa sekitar memang penghasil susu sapi perahan, sekaligus untuk promosi," jelasnya. Dia menerangkan, tamu yang ingin menginap hanya perlu menunjukkan KTP. Selanjutnya, tamu masuk pukul 12.00 WIB dan pulang pukul 12.00 WIB.


Untuk tarif yang ditawarkan pun beragam. Dari yang paling murah Rp 400 ribu untuk hari biasa. Sementara khusus Natal dan tahun baru, Maman mengatakan jika sudah penuh sampai 3 Januari 2018 mendatang. Sebagai informasi, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu merupakan pusat homestay yang dibina oleh dinas pariwisata setempat. Ratusan rumah berjejer untuk melayani para wisatawan yang berkunjung di Batu.


Tidak hanya di Kota Batu, pemilik homestay yang berada di Malang pun juga merasakan hal yang sama. Pemilik homestay Alsato Homestay, Rusdi Zulkarnain mengaku jika homestay miliknya itu sudah di-booking sejak tiga bulan yang lalu. "Ya mungkin untuk antisipasi ya. Soalnya kan kalau pas libur begini penginapan banyak yang penuh," ujarnya.


Dia mengatakan, rata-rata tamu check-out sekitar 2-3 Januari 2018. Rudi menyampaikan, kebanyakan tamu hanya memanfaatkan homestay untuk keperluan menginap saja. "80 persen mereka wisatanya ke Batu. Kalau disini hanya untuk istirahat saja," sambungnya. Hal itu pun menjadi keuntungan tersendiri bagi dirinya. Pasalnya lokasi homestay miliknya cukup strategis, yakni berada di perbatasan Kota Malang dan Kota Batu.


Sementara itu, terkait harga, dirinya tidak menaikkan tarif selama musim libur ini. Hal itu dikarenakan homestay tersebut merupakan bisnis keluarga. "Jadi mau pesan jauh-jauh hari maupun mendekati Natal atau tahun baru harganya tetap," kata dia. Homestay miliknya itu dipatok harga Rp 500 ribu per malam. Tamu pun sudah mendapat fasilitas komplit seperti rumah pribadi.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore