Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2017 | 22.22 WIB

Tekan Disparitas Harga di Papua, Kemenhub Perkenalkan Jembatan Udara

Menhub Budi Karya Sumadi - Image

Menhub Budi Karya Sumadi

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan berkomitmen mengurangi disparitas harga di wilayah Papua melalui program Jembatan Udara. Program ini akan memanfaatkan jasa angkutan udara dari bandara ke bandara lainnya, khususnya bandara di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.


Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perhubungan saat menjadi keynote speaker pada acara ngobrol Tempo Forum Pehubungan dengan tema "Efektifitas Program Jembatan Udara dalam Mengurangi Disparitas Harga Di Wilayah Indonesia Timur” yang berlangsung di Hotel Red Top, Jakarta, Selasa (10/10).


“Jembatan udara ini adalah satu inisiatif yang baru kita lakukan tahun ini. Kita lihat disparitas itu terjadi di bagian Indonesia barat dan timur, tetapi disparitas yang paling signifikan itu terjadi di daerah pinggiran," ungkap Budi Karya Sumadi.


Mengatasi itu, Kemenhun tahun ini menginisiasi program Jembatan Udara untuk daerah terluar. "Sebagai pilot project, kita lakukan dari Timika, Dekai, dan Wamena,” imbuh menhub.


Budi Karya menambahkan, keberadaan jembatan udara diharapkan dapat menggerakkan ekonomi di daerah. Sehingga, tidak hanya membawa barang menuju daerah yang jauh tetapi juga mengangkut kembali barang yang dihasilkan daerah tersebut ke daerah lain di pelosok Indonesia.


Jembatan udara ini nantinya terintegritas dengan beberapa lokasi pelabuhan yang akan terkoneksi dengan program tol laut yang juga sedang dijalankan pemerintah.


“Lewat program Jembatan Udara dan Tol Laut, kita ingin sekali produktifitas angkutan dari Indonesia bagian timur ke Indonesia bagian Barat atau sebaliknya menjadi lebih baik. Adanya jembatan udara dari Kementerian Perhubungan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membawa barang dari Indonesia bagian Timur ke arah Indonesia bagian Barat.” jelas dia.


Program jembatan udara terdiri dari angkutan udara perintis kargo yang melayani penerbangan dari kabupaten ke wilayah distrik atau cakupan dengan menggunakan pesawat yang disesuaikandengan kapasitas maksimum yang dapat dioperasikan di bandara asal maupun tujuan dan subsidi angkutan udara khusus kargo yang melayani penerbangan dari ibukota kabupaten ke ibukota kabupaten lainnya dengan menggunakan pesawat berbadan besar sekelas boeing 737 freighter.


Tahun ini, Kemenhub akan mengoperasikan Bandara Timika, Wamena dan Dekai sebagai pelalsana Program Jembatan Udara. Terdapat 12 rute angkutan udara perintis kargo tahun ini yang diharapkan dapat mendukung penurunan harga komoditas seperti sembako di daerah pedalaman.


Ke 12 rute tersebut adalah dari Timika menuju Beoga, Ilaga, Kenyam dan Sinak. Dari Wamena menuju Mugi, Mapendumas, Enggolok, dan Mamit, serta dari Dekai menuju Silimo, Korupun, Anggruk dan Ubahak.


Sedangkan untuk subsidi Angkutan Udara Kargo adalah Timika, dimana untuk tahap awal akan diselenggarakan 1 rute penerbangan Timika-Wamena yang menggunakan pesawat Boeing 737 Freighter.


Anggaran yang ada telah tersedia untuk program jembatan udara dan sedang digunakan dalam proses pelelangan untuk pelaksanaan angkutan udara perintis kargo maupun subsidi angkutan udara kargo. “Saat ini program jembatan udara sudah dianggarkan dan dalam proses lelang”, tandasnya. (cr4/Hana)


Foto : Menhub Budi Karya Sumadi saat menyampaikan sambutannya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (10/10).


Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore