
AKHIRI SPEKULASI: Presiden AS Donald Trump (kiri) mengenalkan Jerome Powell di Gedung Putih pada Kamis (2/11) waktu setempat atau kemarin WIB.
JawaPos.com – Ditunjuknya Jerome Powell sebagai ketua Bank Sentral AS (The Fed) membuat pasar memandang bahwa sikap The Fed cenderung berhati-hati (dovish).
Terbukti, rupiah perlahan menguat ke Rp 13.500 per USD kemarin (3/11). Dalam beberapa hari terakhir, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) sempat melemah hingga level terendahnya di Rp 13.630 per USD.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan, penunjukan Powell oleh Presiden AS Donald Trump membuat pasar berharap terjadi komunikasi yang baik antara The Fed dan bank-bank sentral lain di dunia.
”Jerome Powell dikenal sebagai sosok yang baik kepribadiannya. Harapannya, ada komunikasi yang baik seperti pada saat Janet Yellen (memimpin The Fed, Red), jadi tidak ada kebijakan yang tiba-tiba (dikeluarkan),” katanya kemarin.
Sementara itu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyatakan, dalam jangka pendek hingga akhir tahun, meski saat ini sedang menguat, rupiah sebetulnya masih berpotensi melemah di kisaran Rp 13.500 hingga Rp 13.600 per USD. Penyebabnya, risiko fiskal yang meninggi lantaran potensi penerimaan pajak yang rendah.
Sementara itu, dari eksternal, ada ekspektasi pasar mengenai rencana kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2017 mendatang. ”Shortfall pajak pemicunya. Kalau nanti akhir tahun penerimaan pajak di bawah 90 persen, risikonya besar. Dana asing keluar-masuk masih akan ada,” ujarnya.
Hingga September 2017, penerimaan pajak baru mencapai Rp 770 triliun atau 60 persen dari target sebesar Rp 1.283,6 triliun. Namun, lanjut Eko, risiko tersebut dapat diredam jika pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 bisa bagus.
Dari sisi bank sentral, Eko menilai, BI sebetulnya masih punya bantalan yang kuat jika rupiah melemah pada akhir tahun nanti. Sebab, cadangan devisa Indonesia mencapai USD 129,4 miliar pada September lalu.
Angka tersebut adalah rekor cadangan devisa tertinggi yang pernah diraih Indonesia sepanjang sejarah. ”Tampaknya, Trump memilih Powell karena dia lebih bisa diajak bekerja sama untuk kebijakan moneter yang mengarah pada perbaikan ekonomi AS,” tuturnya.
Sebelumnya, Trump menunjuk Jerome Powell karena dinilai mempunyai kepribadian yang bijaksana. Jerome Powell dulu meniti karir sebagai investment banker serta bekerja sama dengan Yellen di jajaran dewan gubernur The Fed sejak 2012.
”Dia kuat, berkomitmen, dan cerdas. Dia telah terbukti sebagai pembangun konsensus,” ujar Trump dalam pengumuman penunjukan Powell di Gedung Putih pada Kamis (2/11) waktu setempat atau kemarin WIB seperti dikutip AFP.
Dalam pemilihan gubernur The Fed, Powell bersaing melawan Ketua The Fed Janet Yellen, ekonom Stanford University John Taylor, mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, serta Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Gary Cohn. Para analis di AS menilai Powell merupakan sosok yang paling tidak kontroversial daripada para kandidat gubernur yang lain.
Trump dan Powell yang sama-sama berasal dari Partai Republik diyakini akan mampu bekerja sama beriringan dalam memperbaiki perekonomian AS. ”Powell memungkinkan Trump mengubah kepemimpinan Fed tanpa mengubah strategi kebijakan moneter dasar,” kata ekonom University of Oregon Tim Duy. (*)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
9 Soto Legendaris di Bandung, Kuliner Murah Isian Melimpah tapi Rasa Juara
