Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Februari 2018 | 19.01 WIB

Warga Sumbar Tak Bahagia Gara-gara Pendidikan

Kepala BPS Sumbar Sukardi. - Image

Kepala BPS Sumbar Sukardi.

JawaPos.com - Indeks kebahagiaan penduduk Indonesia tahun 2017 menempatkan Sumatera Barat (Sumbar) berada di posisi ke-10 dengan 77,43 persen. Salah satu penyebab warga Sumbar tidak bahagia adalah faktor pendidikan.


Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Sukardi. Menurutnya, masyarakat di Sumbar menginginkan anak-anaknya di sekolah maupun perguruan tinggi meraih nilai terbaik. Namun hasil tersebut tidak sesuai harapan.


Sehingga muncul kekecewaan yang membuat masyarakat tidak bahagia. "Ya, masalah pendidikan inilah yang membuat warga Sumbar kurang bahagia. Kalau masalah lain, tidak begitu menonjol," kata Sukardi pada sejumlah wartawan di Padang, Senin (12/2).


Persoalan ekonomi lemah justru tidak membuat masyarakat tak bahagia. "Masih banyak warga Sumbar yang hidup dibawah garis kemiskinan. Ada yang mengamen, pemulung dan sebagainya. Tapi tetap bahagia," beber Sukardi.


Dari sisi kehidupan berkeluarga, warga Sumbar merupakan masyarakat bahagia dan mayoritas harmonis dari semua golongan. Sementara itu, masyarakat Indonesia yang paling bahagia berada di Maluku Utara dengan 75,68 persen.


Direktur Diseminasi Statistik BPS Pusat Adhi Wiriana mengatakan, dalam mengumpulkan data pihaknya memiliki tiga indikator. Yakni, indikator bahagia hidup bermasyarakat, indikator terhadap kondisi atau rasa aman seperti tindakan kriminal, dan indikator rasa keseimbangan seperti ekonomi.


"Jadi BPS melakukan penelitian yang bekerja sama dengan perguruan tinggi. Dengan cara mengambil sampel dan menyebarkan konsioner kepada masyarakat," jelas Adhi.


Berdasarkan indeks kebahagiaan penduduk se-Indonesia tahun 2017, Maluku Utara menjadi daerah yang masyarakatnya sangat bahagia. Khusus di Maluku Utara itu masyarakatnya bukan terlihat bahagia dari soal kondisi ekonomi. Karena belum dengan penghasilan tinggi, membuat seseorang bahagia. Di Maluku Utara penghasilan masyarakatnya Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per kapita.


Kebahagiaan masyarakat Maluku Utara cukup sederhana. Seperti dengan cara saling sapa dan bersalaman, sudah membuat masyarakat di Maluku Utara menjadi bahagia. Hal tersebut merupakan masuk ke indikator hidup bermasyarakat.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore